sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tiga kapal induk AS latihan militer di Laut China Selatan

Selat Luzon di antara Taiwan dan Filipina merupakan ambang pintu Laut China Selatan.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 22 Jun 2020 20:22 WIB
Tiga kapal induk AS latihan militer di Laut China Selatan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 78572
Dirawat 37226
Meninggal 3710
Sembuh 37636

Untuk pertama kalinya sejak 2017, Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) atau Navy menempatkan tiga kapal induknya di ambang pintu Laut China Selatan yang disengketakan.

Para analis mengatakan, pengerahan kapal-kapal tersebut dimaksudkan untuk mengirim pesan ke China, meskipun pandemi coronavirus baru (Covid-19) sedang berlangsung, militer AS akan tetap mempertahankan kehadirannya di Laut China Selatan.

Pada Minggu (21/6), Armada Pasifik Angkatan Laut AS mengatakan, USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz telah memulai latihan penerbangan di Laut Filipina.

Kedua kelompok yang berada di dua kapal induk tersebut dijadwalkan melakukan latihan pertahanan udara, pengawasan laut, latihan tempur udara, latihan serangan jarak jauh, dan latihan lainnya.

"Ini adalah peluang besar bagi kita untuk berlatih bersama dalam skenario yang kompleks," tutur Laksamana Muda Doug Verissimo, Komandan Carrier Strike Group 9.

Terpisah, USS Ronald Reagan yang bermarkas di Yokosuka, Jepang dan kelompoknya juga melakukan latihan militer di Laut Filipina.

Meskipun belum jelas di mana tepatnya para kapal induk AS melakukan latihan atau ke mana mereka akan bergerak selanjutnya, Selat Luzon di antara Taiwan dan Filipina adalah ambang pintu Laut China Selatan.

China mengklaim, kedaulatan atas sebagian besar Laut China Selatan, meskipun Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan, dan Brunei Darussalam juga memiliki klaim tumpang tindih di perairan tersebut.

Sponsored

Selain China, Angkatan Laut Jepang dan AS secara rutin beroperasi di perairan itu.

Navy telah membuat marah Beijing dengan secara teratur melakukan latihan militer di dekat beberapa pulau buatan yang diduduki China.

Washington mengecam langkah Beijing yang membangun pulau-pulau buatan tersebut, beberapa di antaranya adalah rumah bagi lapangan terbang militer dan gudang persenjataan canggih.

"Negeri Paman Sam" khawatir pulau-pulau milik China digunakan untuk membatasi pergerakan bebas di Laut China Selatan, perairan yang dianggap sebagai jalur perdagangan global yang vital.

Pada pekan lalu, media milik Partai Komunis China mengecam langkah AS yang mengerahkan tiga kapal induknya ke sekitar Laut China Selatan. Dalam laporannya, Global Times menyatakan, sikap itu dapat menempatkan pasukan "Negeri Tirai Bambu" dalam risiko keamanan yang besar.

"Dengan mengerahkan kapal-kapal induk itu, AS berusaha menunjukkan kepada seluruh wilayah dan bahkan kepada dunia, bahwa angkatan laut mereka yang paling kuat karena bisa memasuki Laut China Selatan dan mengancam pasukan kami," jelas laporan itu.

Global Times menyebut, militer China akan menanggapi langkah AS dengan mengadakan latihan angkatan lautnya sendiri. Mereka juga menegaskan, Beijing memiliki senjata pembunuh kapal induk DF-21D dan rudal balistik DF-26. (The Japan Times)

Berita Lainnya