sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Israel evakuasi ratusan relawan White Helmets ke Yordania

Relawan White Helmet dan anggota keluarga mereka terdesak di perbatasan Suriah dan Dataran Tinggi Golan sejak Juni lalu.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 23 Jul 2018 10:26 WIB
Israel evakuasi ratusan relawan White Helmets ke Yordania
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 236519
Dirawat 55000
Meninggal 9336
Sembuh 170774

Militer Israel yang berkoordinasi dengan Amerika Serikat (AS) dan Eropa mengevakuasi ratusan relawan White Helmets dari dekat perbatasan mereka yang bergejolak dengan Suriah.

Para pengungsi 'terkurung' akibat kemajuan pasukan Suriah dan militan yang berafiliasi dengan ISIS diangkut ke Yordania. Mereka dikabarkan akan dimukimkan kembali di Eropa dan Kanada dalam beberapa pekan mendatang.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi pada hari Minggu (22/7) mengatakan bahwa terdapat 422 orang yang dievakuasi. Demikian dikutip dari South China Morning Post, Senin (23/7), yang melansir Associated Press.

Sementara itu, militer Israel menyatakan bahwa operasi yang berlangsung dalam waktu satu malam tersebut adalah "gerakan kemanusiaan yang luar biasa" atas permintaan AS dan Eropa karena "ancaman langsung terhadap kehidupan (warga Suriah)."

Adapun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam pernyataannya secara terpisah menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump, Perdana Menteri Justin Trudeau, dan sejumlah pihak lain memintanya untuk membantu proses evakuasi para relawan kemanusiaan tersebut.

"Mereka (White Helmets) adalah orang-orang yang menyelamatkan nyawa dan sekarang hidupnya dalam bahaya. Saya mengizinkan mereka berangkat melalui Israel untuk menuju negara lain sebagai gerakan kemanusiaan yang penting," kata Netanyahu.

Kementerian Luar Negeri AS menyambut baik evakuasi para relawan White Helmets. Mereka menyebut bahwa sejumlah pihak seperti PBB, Israel, dan Yordania turut membantu keberhasilan operasi tersebut.

Lewat juru bicaranya Heather Nauert juga menyerukan kepada pemerintah Suriah dan sekutunya, Rusia, "untuk mematuhi komitmen mereka, mengakhiri kekerasan dan melindungi seluruh warga sipil Suriah, termasuk relawan kemanusiaan seperti White Helmets di daerah-daerah yang sebelumnya merupakan zona deeskalasi barat daya dan seluruh Suriah."

Sponsored

Pemerintah Inggris menegaskan, keberhasilan operasi evakuasi itu dimungkinkan karena kerja sama diplomatik. Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt menuturkan bahwa peristiwa ini merupakan "kabar yang luar biasa." Dia berterima kasih kepada Israel dan Yordania karena bertindak cepat mengikuti permintaan evakuasi tersebut.

Para relawan White Helmets dan keluarga mereka telah terdampar di sepanjang perbatasan Suriah dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel sejak Juni lalu, menyusul serangan pemerintah Suriah ke barat daya negara itu.

Ini merupakan intervensi pertama Israel dalam perang saudara yang terjadi di Suriah, yang saat ini sudah memasuki tahun kedelapan. Meski telah mengirimkan bantuan ke Suriah dan menyediakan perawatan medis terhadap ribuan warga Suriah yang berada di perbatasan, militer Israel menekankan bahwa tindakannya yang turut membantu evakuasi tidak mencerminkan perubahan kebijakan non-intervensi dalam perang Suriah.

Selama bertahun-tahun, White Helmets telah menikmati dukungan, sokongan keuangan serta pelatihan dari AS dan negara-negara Barat lainnya. White Helmets yang bekerja di daerah yang dikuasai oposisi, di mana mereka satu-satunya relawan yang bertugas di sana, dianggap sebagai musuh nomor satu oleh pemerintah Suriah.

Pemerintah Suriah dan Rusia menyebut White Helmets sebagai teroris, menuding mereka sebagai agen bagi kekuatan asing, dan bekerja sama dengan kelompok-kelompok pemberontak radikal. Baik Damaskus dan Moskow menyebutkan bahwa White Helmets melancarkan misi penyelamatan sekaligus serangan senjata kimia untuk menyudutkan rezim Bashar al-Assad.

Hingga hari Minggu kemarin, media pemerintah Suriah terus berkampanye menentang White Helmets. Mereka melaporkan proses evakuasi yang difasilitasi Israel dengan mengutipnya sebagai bukti bahwa kelompok itu berkolaborasi dengan kekuatan musuh.

Televisi pemerintah Suriah al-Ikhbariya menyebut evakuasi itu sebagai "skandal." Kantor Berita Negara, SANA mengatakan "rahasia" kelompok itu telah terungkap dan "peran mereka sebagai agen berakhir".

Merespons evakuasi White Helmets oleh Israel, anggota parlemen Suriah Khaled Abboud mengatakan bahwa "kekuatan asing menarik agen mereka keluar dari medan perang" karena kemenangan militer Suriah yang telah membatalkan "agresi" terhadap Suriah.

Berita Lainnya