logo alinea.id logo alinea.id

Topan Faxai di Jepang tewaskan satu orang, lukai puluhan lainnya

Seorang wanita berusia 50-an dilaporkan tewas tertimpa tembok yang runtuh akibat angin kencang di Setagaya, Tokyo.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 09 Sep 2019 15:32 WIB
Topan Faxai di Jepang tewaskan satu orang, lukai puluhan lainnya

Topan dahsyat di Jepang menyebabkan lebih dari 138 penerbangan dibatalkan, satu juta rumah kehilangan daya listrik dan gangguan transportasi di sejumlah kota besar.

Seorang wanita berusia 50-an dilaporkan tewas tertimpa tembok yang runtuh akibat angin kencang di Setagaya, Tokyo, dan 40 orang lainnya menderita luka-luka di Chiba, Kanagawa, Ibaraki dan Shizuoka.

Delapan peselancar diselamatkan setelah tersapu ke laut akibat gelombang tinggi di Shizuoka. Pihak berwenang mengatakan dua peselancar dikirim ke rumah sakit dan yang lainnya tidak menderita luka serius.

Mendarat pada Senin (9/9) pagi di Chiba, Jepang, Topan Faxai membawa hujan lebat dan angin 216 kilometer per jam, menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA).

Topan itu kemudian bergerak melintasi Tokyo dan melumpuhkan transportasi. Stasiun kereta bawah tanah utama di kota itu dijejali banyak penumpang pada Senin pagi waktu setempat karena menunggu Shinkansen dan layanan kereta bawah tanah yang telah ditangguhkan akibat topan.

Layanan kereta secara bertahap kembali beroperasi menjelang siang, tetapi semua jalur masih mengalami keterlambatan akibat terhalang oleh pohon-pohon yang tumbang.

Lebih dari 100 penerbangan ke dan dari sejumlah bandara di Tokyo dibatalkan pada Senin, termasuk 49 penerbangan Japan Airlines dan 41 penerbangan All Nippon Airways.

Seluruh jalur kereta Keikyu, yang menghubungkan Tokyo dan Yokohama ke Bandara Haneda juga tidak beroperasi sementara. Selain itu, jalan tol ditutup dan kapal dilarang berlayar di Pelabuhan Tokyo pada Minggu (8/9) dan Senin.

Sponsored

Foto-foto yang beredar di media lokal menunjukkan jalan raya yang tergenang, dipenuhi dengan pohon-pohon yang tumbang.

Topan Faxai juga menyebabkan pemadaman listrik yang meluas, hampir 910.000 rumah tangga terputus jaringan listriknya. Menurut Departemen Pencegahan Bencana Tokyo, seluruh Pulau Shikenijima dan Oshmia kehilangan daya listrik. Media lokal melaporkan setidaknya 10 rumah rusak di Shizuoka.

Menjelang Topan Faxai, JMA mengeluarkan peringatan badai, banjir dan tanah longsor. Mereka meminta masyarakat untuk tidak keluar rumah.

Pemberitahuan untuk mengungsi dirilis pada Minggu bagi sekitar 150.000 orang di Kanagawa, Shizuoka dan Tokyo. Tempat penampungan pengungsi didirikan di Tokyo, termasuk di wilayah Minato, Machida dan Meguro.

Pada Senin siang waktu setempat, sebagian besar perintah evakuasi di Tokyo telah dibatalkan dan peringatan badai pun telah dicabut. Namun, Manajemen Pencegahan Bencana Tokyo memperingatkan warga untuk tetap waspada terhadap angin kencang.

Faxai diperkirakan akan bergerak ke timur laut, menjauh dari Jepang dan ke arah laut lepas dengan kecepatan yang akan melemah pada Selasa (10/9).

Topan itu datang ketika tim dari seluruh penjuru negeri mulai berdatangan untuk menghadiri Rugby World Club yang akan dimulai pada 20 September. 

Tim Prancis berhasil melewati topan dan mencapai kamp pelatihan mereka di dekat Gunung Fuji pada Minggu sore. Namun, perjalanan tim Australia tertunda dan diperkirakan baru akan tiba pada Senin sore waktu setempat. (CNN dan Japan Today)