sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Total kematian akibat coronavirus melampaui SARS

Wabah SARS pada 2002-2003 menyebabkan 774 orang meninggal di seluruh dunia.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Minggu, 09 Feb 2020 17:26 WIB
Total kematian akibat coronavirus melampaui SARS
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2092
Dirawat 1751
Meninggal 191
Sembuh 150

Total korban meninggal di seluruh dunia akibat coronavirus tipe baru sendiri saat ini 813, melampaui total korban meninggal akibat SARS pada 2002-2003, yaitu 774.

Komisi Kesehatan Nasional China pada Minggu (9/2) mengatakan bahwa 89 orang meninggal akibat coronavirus jenis baru selama 24 terakhir, mencatatkan rekor baru pada periode tersebut. Seorang warga Amerika Serikat tercatat menjadi korban meninggal non-China pertama akibat virus ini. 

Jumlah orang terinfeksi coronavirus mencapai 37.589 di seluruh dunia.

Sementara itu, kematian Li Wenliang, seorang dokter mata di Kota Wuhan yang merupakan pusat penyebaran virus memicu protes publik. Li "didisiplinkan" karena memberikan peringatan dini soal coronavirus jenis baru sebelum akhirnya dia tertular dan meninggal pada Jumat (7/2) pagi.

Sejumlah cendekiawan terkemuka menyerukan Beijing untuk berhenti menekan kebebasan berbicara, sebuah pernyataan langka mengingat kepemimpinan China yang otoriter.

Polisi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, pada awal Februari "mendisiplinkan" delapan dokter setempat, termasuk Li, karena mereka tuduh menyebarkan informasi palsu tentang epidemi coronavirus di tengah bantahan demi bantahan pihak berwenang.

Pernyataan para cendekiawan China, yang ditandatangani oleh 10 profesor, menyatakan bahwa langkah semacam itu melanggar konstitusi China yang di atas kertas memungkinkan kebebasan berekspresi.

"Apa yang dilakukan dan dikatakan oleh delapan dokter tersebut sepenuhnya sesuai dengan semangat (konstitusi). Karena itu ... hukuman (terhadap mereka) tidak konstitusional dan bertentangan dengan keinginan publik," sebut pernyataan para cendekiawan.

Sponsored

Mereka juga menyerukan pihak berwenang mencabut hukuman dan meminta maaf kepada para dokter serta menahan diri dari segala tindakan yang membatasi kebebasan berbicara.

Sebuah kelompok lainnya juga merilis surat terbuka pada Jumat yang ditujukan kepada Kongres Rakyat Nasional China. Mereka menyerukan perlindungan yang lebih baik terhadap kebebasan berbicara.

"Kami menuntut, mulai hari ini, tidak ada warga negara China yang diancam oleh aparat negara ... untuk kebebasan berbicara. Negara harus segera menghentikan sensor media sosial, menghapus atau memblokir akun," ungkap surat tersebut. (Financial Times)

Sanksi bagi kaum Covidiot

Sanksi bagi kaum Covidiot

Sabtu, 04 Apr 2020 13:20 WIB
Kalut Covid-19 di tangan Luhut

Kalut Covid-19 di tangan Luhut

Jumat, 03 Apr 2020 13:12 WIB
Berita Lainnya