sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tragis, kudeta militer Myanmar tewaskan 261 orang

Rakyat Myanmar menggelar aksi menyalakan lilin sebagai bentuk dukacita.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 23 Mar 2021 18:33 WIB
Tragis, kudeta militer Myanmar tewaskan 261 orang

Pengunjuk rasa Myanmar menggelar aksi menyalakan lilin sebagai bentuk dukacita atas puluhan orang yang tewas dalam demonstrasi antikudeta. Ratusan orang memegang lilin dan menggelar unjuk rasa di Distrik Ahlone, Yangon, kota terbesar Myanmar, pada Senin (22/3) malam.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) melaporkan bahwa setidaknya 261 orang telah tewas oleh pasukan keamanan yang berusaha memadamkan protes antikudeta yang telah berlangsung selama berminggu-minggu terakhir.

Menurut laporan dari media Myanmar, setidaknya delapan orang tewas di Mandalay, dalam kerusuhan pada Senin. Salah seorang korban tewas termasuk seorang lelaki berusia 15 tahun.

Pasukan keamanan juga melancarkan lebih banyak penggerebekan di beberapa bagian Yangon pada Senin malam. Pemerintah militer telah membernarkan aksi kudeta pada 1 Februari dengan mengatakan bahwa pemilu pada 8 November 2020, yang dimenangkan oleh partai Aung San Suu Kyi, adalah penipuan besar.

Namun, tuduhan tersebut ditolak oleh komisi pemilihan umum. Para pemimpin militer kemudian menjanjikan pemilu baru tetapi belum menetapkan tanggal dan telah menyatakan keadaan darurat untuk setidaknya satu tahun ke depan.

Suu Kyi ditahan dan menghadapi serangkaian tuduhan, termasuk terkait penyuapan. Pengacaranya mengatakan tuduhan terhadapnya dibuat-buat. Akibat semakin kerasnya tindakan polisi untuk membubarkan demonstrasi antikudeta, para pengunjuk rasa belakangan ini melakukan aksi protes "tanpa orang".

Di Hsipaw, Negara Bagian Shan, nama-nama pengunjuk rasa yang tewas yang tertulis di sejumlah papan diletakkan di samping lilin dengan tanda bertuliskan, "Roh kami tidak menginginkan junta".

Sementara itu, di tempat lain, balon berisi helium dilepas pada Senin dengan membawa pesan yang menyerukan bantuan internasional. Protes yang menentang kudeta militer terus berlanjut pada Selasa (23/3) di Bago, wilayah utara Yangon, serta di Thaketa.

Sponsored


Sumber : Al Jazeera

Berita Lainnya