sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Di tengah negosiasi, Trump ancam tarif impor baru bagi produk China

Tarif tambahan yang diumumkan Trump itu akan menargetkan produk konsumen seperti ponsel dan pakaian.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 02 Agst 2019 12:13 WIB
Di tengah negosiasi, Trump ancam tarif impor baru bagi produk China
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25216
Dirawat 17204
Meninggal 1520
Sembuh 6492

Pada Kamis (1/8), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia akan mengenakan tarif baru sebesar 10% pada impor China senilai US$300 miliar mulai 1 September.

Ancaman tarif baru ini datang selagi perundingan untuk menyelesaikan perang dagang terus berlanjut.

"Pembicaraan dagang terus berlanjut dan selama perundingan berjalan, pada 1 September AS akan mengenakan tarif tambahan 10% untuk barang China senilai US$300 miliar. Ini belum termasuk impor China senilai US$250 miliar yang sudah dikenakan tarif 25%," twit Trump.

Tarif tambahan yang diumumkan Trump itu akan menargetkan produk konsumen seperti ponsel dan pakaian.

Dalam serangkaian twitnya pada Kamis, Trump juga menyampaikan kekecewaannya karena China tidak menepati janji untuk membeli lebih banyak produk pertanian AS.

"China setuju untuk membeli produk pertanian dari AS dalam jumlah banyak, tetapi mereka tidak melakukannya," jelas Trump.

Dia pun mengkritik Presiden China Xi Jinping karena gagal berbuat lebih banyak untuk membendung penjualan fentanil, obat opioid sintetis, dari China ke AS.

Sponsored

"Selain itu, teman saya Presiden Xi, mengatakan dia akan menghentikan penjualan fentanil ke AS. Hal itu tidak pernah dilakukannya dan banyak warga AS terus menjadi korban," lanjut Trump.

Trump menyatakan dia menantikan dialog positif dengan China mengenai kesepakatan perdagangan yang komprehensif dan merasa bahwa masa depan antara kedua negara akan menjadi sangat cerah.

Sebelumnya, Trump telah mendesak Xi untuk menindak banjir fentanil dari China. Menurut para pejabat AS, obat itu bertanggung jawab atas 28.000 kasus kematian akibat overdosis opioid sintetis di AS pada 2017. Pada KTT G20 di Argentina pada Desember 2018, Xi berjanji pada Trump bahwa Beijing akan mengambil tindakan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Negosiator AS dan China mengakhiri putaran pembicaraan dagang pada Rabu (31/7) dengan sedikit kemajuan, kedua pihak sama-sama menyatakan bahwa pertemuan itu berjalan dengan konstruktif. Keduanya sepakat untuk kembali bertemu pada awal September di Washington. 

Pembicaraan pada Rabu yang berlangsung di Shanghai merupakan tatap muka pertama sejak Trump dan Xi bertemu pada akhir Juni. Saat itulah keduanya sepakat untuk kembali ke meja perundingan.

AS dan China terlibat dalam perang dagang sejak 2018. Ketegangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu telah mengganggu rantai pasokan global dan mengguncang pasar keuangan internasional. (Reuters, Channel News Asia, dan VOA)

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 16:49 WIB
Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Kamis, 28 Mei 2020 17:45 WIB
Resep UMKM raup untung saat pandemi

Resep UMKM raup untung saat pandemi

Rabu, 27 Mei 2020 17:18 WIB
Berita Lainnya