sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Trump: Bangsa yang melepas wabah harus bertanggung jawab!

Trump tuding China melepas wabah Covid-19.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Rabu, 23 Sep 2020 13:58 WIB
Trump: Bangsa yang melepas wabah harus bertanggung jawab!
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (22/9), mengatakan bahwa China harus bertanggung jawab karena telah "melepaskan" Covid-19 yang kian menyebar ke berbagai belahan dunia.

Trump menuduh Beijing mengizinkan orang meninggalkan China pada tahap awal wabah untuk menginfeksi dunia sambil menutup perjalanan domestik.

"Kita harus meminta pertanggungjawaban bangsa yang melepaskan wabah ini ke dunia, China," katanya dalam sambutannya di Sidang PBB yang direkam pada Senin (21/9).

"Pemerintah China, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang secara virtual dikendalikan oleh China, selalu keliru dalam menginformasikan tentang gejala. PBB harus meminta pertanggungjawaban China," imbuhya.

Namun, tudingan Trump tesebut dibantah Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun. Dia menyebut tudingan Trump tersebut kosong alias tak berdasar.

"Kebohongan yang diulang ribuan kali masih merupakan kebohongan," ujar Zhang.

Sementara Presiden China Xi Jinping dalam pidato virtualnya pada Sidang PBB tersebut menyerukan peningkatan kerja sama penanganan pandemi. Xi menekankan bahwa China tidak berniat berperang.

"Baik perang dingin atau perang panas dengan negara mana pun," bebernya.

Sponsored

Sementara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa dunia sedang bergerak ke arah yang sangat berbahaya bila ketegangan AS vs China terus berlanjut.

"Kita harus melakukan segalanya untuk menghindari perang dingin baru," katanya.

Masa depan dunia, lanjut Antonio, akan suram bila kedua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar membelah dunia dengan aturannya masing-masing (Reuters).

Berita Lainnya