logo alinea.id logo alinea.id

Trump batalkan lawatan ketua DPR AS ke Afghanistan

Penutupan pemerintah atau government shutdown telah memasuki hari ke-28, terpanjang dalam sejarah Negeri Paman Sam.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 18 Jan 2019 11:21 WIB
Trump batalkan lawatan ketua DPR AS ke Afghanistan

Donald Trump menunda perjalanan Ketua DPR Nancy Pelosi ke Brussels dan Afghanistan. Dia meminta politikus top Demokrat itu tetap berada di Amerika Serikat untuk bernegosiasi demi mengakhiri penutupan pemerintah atau government shutdown terlama yang kini telah memasuki hari ke-28

Presiden AS mampu menghentikan perjalanan dengan menolak penggunaan pesawat militer yang akan mengangkut Pelosi dan delegasi lainnya.

"Karena shutdown, saya terpaksa memberitahukan Anda bahwa perjalanan Anda ke Brussels, Mesir, dan Afghanistan telah ditunda. Kami akan menjadwalkan kembali tamasya tujuh hari ini ketika shutdown berakhir. Mengingat 800.000 pekerja federal AS tidak menerima gaji, saya yakin Anda akan setuju bahwa menundanya adalah sangat tepat. Saya juga merasa bahwa selama periode ini akan lebih lebih jika Anda berada di Wahington, bernegosiasi dengan saya dan bergabung dengan gerakan Strong Border Security untuk mengakhiri shutdown. Jelas, jika Anda ingin bepergian dengan pesawat komersial, itu merupakan hak prerogatif Anda," ungkap Trump dalam suratnya kepada Pelosi.

Sebelumnya, pada Rabu (16/1), Pelosi mendesak Trump untuk menunda pidato kenegaraannya di tengah kebuntuan politik.

Trump menginginkan pendanaan senilai US$5,7 miliar bagi pembangunan dinding perbatasan AS-Meksiko. Namun, Demokrat di Kongres menolaknya. Inilah yang memicu shutdown berkepanjangan.

Media AS melaporkan pembatalan kunjungan Pelosi oleh Trump terjadi kurang dari satu jam sebelum politikus kawakan itu dijadwalkan berangkat pada Kamis (17/1) sore waktu setempat.

Drew Hammil, wakil kepala staf Pelosi, menuturkan bahwa perjalanan Pelosi ke Afghanistan mengharuskan pemberhentian di Brussels agar pilot beristirahat. Dalam kesempatan itu, Pelosi juga akan bertemu dengan komandan NATO untuk menegaskan komitmen kuat AS kepala aliansi tersebut.

Sponsored

Hammil menjelaskan bahwa rencana perjalanan itu tidak termasuk kunjungan ke Mesir. Lebih lanjut dia mencatat bahwa selama shutdown, Trump sendiri pernah bepergian.

Lawatan Pelosi belum diumumkan sebelum surat Trump muncul ke ruang publik.

Sejumlah kritikus mengungkapkan kekagetan pada fakta bahwa presiden menguak rencana perjalanan ke zona perang oleh anggota Kongres yang menduduki urutan ketiga dalam kursi kepresidenan.

Pemimpin mayoritas DPR Steny Hoyer mengatakan bahwa tindakan Trump merongrong kepresidenan, sementara Senator Republik Lindsey Graham menyebutkan bahwa permintaan Pelosi pada Trump untuk menunda pidato kenegaraan tidak bertanggung jawab dan respons Trump pun tidak pantas.

Dalam suratnya kepada Trump pada Rabu lalu, Pelosi meminta presiden untuk menjadwal ulang pidato tahunannya di Kongres karena tuntutan luar biasa dari ajang itu tidak dapat dipenuhi selama shutdown.

Trump belum secara langsung menanggapi permintaan untuk menunda pidatonya, tetapi dalam email ke pendukung kampanyenya, dia mengatakan dia "tidak diundang" untuk menyampaikan pidato kepada rakyat AS.

Sebelumnya pada Kamis kemarin, Pelosi mengatakan kepada wartawan bahwa Demokrat tidak ingin petugas keamanan bekerja tanpa dibayar.

"Mungkin dia pikir tidak apa-apa untuk tidak membayar orang yang bekerja," kata Pelosi. "Saya tidak demikian."

Demokrat di DPR meloloskan RUU lain untuk mengakhiri shutdown, tetapi seperti upaya masa lalu, itu diperkirakan akan gagal di Senat yang dipimpin Partai Republik.

Pemimpin mayoritas Senat Mitch McConnell telah menolak untuk meloloskan undang-undang yang tidak disetujui presiden. Dia menuduh Demokrat buang-buang waktu.

Ironinya, beberapa jam setelah Trump membatalkan perjalanan Pelosi dengan alasan keprihatinan atas shutdown, Melania Trump justru terbang ke Florida dengan jet milik pemerintah untuk liburan akhir pekan.

First Lady AS itu akan menghabiskan liburan akhir pekannya di resor pribadi Mar-a-Lago, sementara sang suami akan tetap berada di Washington. (BBC dan CNBC)