logo alinea.id logo alinea.id

Trump: Huawei bisa jadi bagian dari kesepakatan dagang AS-China

Walau menyebut Huawei sangat berbahaya, namun Trump menyatakan bahwa perusahaan itu bisa jadi bagian dari kesepakatan dagang dengan China.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 24 Mei 2019 10:58 WIB
Trump: Huawei bisa jadi bagian dari kesepakatan dagang AS-China

Donald Trump mengatakan Huawei dapat menjadi bagian dari kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China. Padahal Trump sendiri mengklaim bahwa perusahaan itu sangat berbahaya.

"Jika kami membuat kesepakatan, saya dapat membayangkan Huawei kemungkinan dimasukkan dalam beberapa bentuk atau bagian dari (perjanjian) itu," kata Trump.

Perang dagang antara dua raksasa ekonomi dunia itu telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir lewat kenaikan tarif dan ancaman tindakan lebih lanjut.

Negeri Paman Sam telah memasukkan Huawei dalam daftar hitam perdagangan mereka. AS meyakini bahwa perusahaan telekomunikasi asal China itu memiliki risiko keamanan nasional. 

Di lain sisi, China menyebut AS merundung Huawei.

"Huawei adalah sesuatu yang sangat berbahaya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (23/5). "Lihatlah apa yang sudah mereka lakukan dari sudut pandang keamanan, militer. Sangat berbahaya."

Pemerintahan Trump memasukkan Huawei, produsen ponsel terbesar kedua di dunia, ke dalam "daftar entitas" pekan lalu. Itu berarti, Huawei dilarang memperoleh teknologi dari perusahaan-perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah.

Kekhawatiran soal Huawei

Sponsored

Beberapa negara telah menyuarakan kekhawatiran bahwa produk-produk Huawei di jaringan 5G dapat dimanfaatkan oleh China untuk tindakan spionase. Dugaan yang telah ditentang keras Huawei.

Huawei menekankan bahwa produk mereka tidak menimbulkan ancaman dan independen dari pemerintah Tiongkok.

Larangan AS terhadap Huawei memicu efek riak pada industri teknologi global, di mana sejumlah perusahaan menangguhkan kerja sama mereka dengan Huawei.

"Respons terbaik terhadap penindasan AS adalah bahwa perusahaan-perusahaan China terus tumbuh lebih kuat," ujar juru bicara Kementerian Perdagang China Gao Feng di Beijing pada Kamis.

Pernyataan terakhir Trump soal Huawei datang menyusul diluncurkannya paket bantuan senilai US$16 miliar bagi para petani AS yang terdampak perang dagang.

Menteri Pertanian AS Sonny Perdue menuturkan bahwa sebagian besar dana akan digunakan sebagai pembayaran langsung ke petani dan sebagian kecil akan digunakan untuk membeli makanan yang akan diperuntukkan bagi program bantuan lainnya seperti bank makanan dan program makan siang di sekolah.

"Rencana yang kami umumkan hari ini memastikan bahwa para petani tidak menanggung beban tarif balasan yang tidak adil yang diberlakukan China dan mitra dagang lainnya," ungkap Perdue pada Kamis. "Petani lebih suka berdagang dibanding diberikan bantuan tetapi tanpa perdagangan mereka akan membutuhkan bantuan."

Strategi tarif agresif Trump, terutama terhadap China, memicu balasan dari Beijing dan pihak lainnya yang dirancang untuk menghantam AS di titik yang menyakitkan: pertanian.

Kedelai dan daging babi telah menjadi target utama, tetapi banyak komoditas pertanian lainnya menderita baik secara langsung atau tidak.

Menurut data kementerian perdagangan, ekspor kedelai ke China turun 75% pada 2018.

Eskalasi perang dagang

Awal bulan ini AS menaikkan tarif impor China senilai US$200 miliar atau dari 10% menjadi 25% setelah kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan dagang.

Tiongkok tidak tinggal diam. Mereka membalas dengan mengumumkan rencana untuk menaikkan retribusi impor AS senilai US$60 miliar per 1 Juni.

AS pun kembali meluncurkan ancaman untuk mengenakan bea mencapai US$300 miliar atas barang-barang China lainnya. Industri telah mendesak Washington dan Beijing untuk mengakhiri perang dagang, memperingatkan bencana pada konsumen.
 
Ada harapan besar pada awal bulan ini bahwa resolusi dengan China berada dalam jarak yang sangat dekat, tetapi optimisme itu sebagian besar menguap ketika Trump menyatakan Beijing telah mundur dari komitmen yang dianggap sudah diselesaikan.

Dan untuk saat ini, upaya untuk mencapai akhir perang dagang mungkin terhenti mengingat tidak ada diskusi formal yang dijadwalkan sejak pembicaraan berakhir tanpa kesepakatan pada 10 Mei 2019. 

Kemarin, Kementerian Perdagangan China menyatakan ke AS, jika ingin melanjurkan negosiasi dagang maka mereka harus menunjukkan ketulusan dan memperbaiki langkah mereka yang keliru.

Washington dan Beijing telah terlibat dalam sengketa dagang sejak awal masa kepresidenan Trump.

AS tidak hanya menuduh China mencuri kekayaan intelektual, namun juga menginginkan Tiongkok mengubah kebijakan ekonominya, yang mereka cap secara tidak adil telah menguntungkan perusahaan domestik melalui subsidi.

Trump juga ingin memangkas defisit perdagangan AS dengan China, yang disebutnya merugikan manufaktur AS. (BBC dan France24)