logo alinea.id logo alinea.id

Trump minta bantuan PM Australia soal penyelidikan Mueller

Media AS dan Australia menyebutkan bahwa Trump meminta Morrison membantu menemukan bukti untuk mendiskreditkan penyelidikan Mueller. 

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 01 Okt 2019 09:07 WIB
Trump minta bantuan PM Australia soal penyelidikan Mueller

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut menghubungi Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan meminta bantuannya untuk menyelidiki asal usul penyelidikan yang dilakukan oleh jaksa khusus Robert Mueller. Australia mengonfirmasi pembicaraan via telepon tersebut dan bahwa Morrison setuju untuk membantu Trump.

Lewat sebuah pernyataan pada Selasa (1/10), pemerintah Australia mengatakan bahwa mereka akan selalu siap untuk membantu dan bekerja sama dengan upaya-upaya yang membantu menjelaskan lebih lanjut tentang persoalan yang tengah diselidiki.

"PM mengonfirmasi kembali kesiapan ini," sebut pernyataan itu.

Pada 2017, Mueller diangkat sebagai jaksa khusus untuk menyelidiki keterlibatan Rusia dalam Pilpres AS 2016 dan hal-hal terkait, termasuk relasi antara pemerintah Rusia dengan tim kampanye Trump. Temuannya, yang dirilis pada April, tidak menetapkan bahwa kampanye Trump secara kriminal berkonspirasi dengan Rusia untuk memengaruhi pemilihan.

Tetapi temuan tersebut tidak membebaskan Trump dari dugaan kolusi, dan laporan Mueller juga menguraikan kasus obstruksi keadilan yang luas terhadap presiden.

Media AS dan Australia menyebutkan bahwa Trump meminta Morrison membantu menemukan bukti untuk mendiskreditkan penyelidikan Mueller. 

The New York Times melaporkan bahwa Trump menelepon Morrison sebelum kunjungan PM Australia itu ke Gedung Putih pekan lalu.

Kabar ini muncul ketika Trump tengah menghadapi proses pemakzulan di dalam negeri atas pembicaraan via teleponnya dengan pemimpin asing lainnya. Dia dituduh menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyelidiki rival politik utamanya, Joe Biden.

Sponsored

Percakapan Trump-Zelensky ini dikuak oleh whistleblower pekan lalu.

Transkip telepon antara Trump dan Morrison disebut dibatasi untuk sejumlah orang dekat sang presiden, sesuatu yang bertentangan dengan protokol normal. Pembatasan yang sama dilaporkan juga diberlakukan atas transkip telepon Trump dan Zelensky.

Fakta tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa staf Gedung Putih berusaha menyembunyikan rekaman pembicaraan presiden dengan pemimpin asing tertentu.

Penyelidikan oleh Mueller telah membuat marah Trump dan dia tanpa henti menyebut investigasi itu sebagai perburuan penyihir.

Sumber : BBC