logo alinea.id logo alinea.id

Trump peringatkan Turki untuk tidak serang pasukan Kurdi

Pasukan Kurdi di Suriah adalah bagian dari koalisi yang didukung AS untuk memerangi ISIS.

Khairisa Ferida Senin, 14 Jan 2019 10:40 WIB
Trump peringatkan Turki untuk tidak serang pasukan Kurdi

Donald Trump pada Minggu (13/1) memperingatkan Turki tentang kehancuran ekonomi jika Presiden Recep Tayyip Erdogan bersikeras menyerang pasukan Kurdi setelah Amerika Serikat menarik militernya dari Suriah. Di lain sisi, Trump juga mendesak pasukan Kurdi untuk tidak memprovokasi Ankara.

Melalui Twitter, Trump mengumumkan bahwa penarikan pasukan AS telah dimulai seraya terus menyerang anggota ISIS yang tersisa. Selain itu, Trump juga menulis bahwa Rusia, Iran, dan Suriah telah menjadi penerima manfaat terbesar dari kebijakan jangka panjang AS untuk menghancurkan ISIS di Suriah. 

Dalam twitnya, Trump juga mendesak dibangunnya zona aman 20 mil atau 30 km. Namun, dia tidak merinci siapa yang akan membangunnya, mengelolanya, membiayainya atau di mana lokasinya berada.

Saat ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tengah melakukan lawatan ke sejumlah negara dengan tujuan meyakinkan sekutu di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Turki atas nasib pasukan Kurdi, sekutu AS dalam perang melawan ISIS.

Pompeo juga berusaha meyakinkan pasukan Kurdi, yang khawatir bahwa kepergian pasukan AS akan memungkinkan Turki menyerang mereka.

Turki bereaksi marah dengan pandangan bahwa rencana Trump untuk menarik pasukan AS bergantung pada keselamatan pasukan Kurdi.

Sponsored

Operasi yang dipimpin AS terhadap ISIS di Suriah telah dipelopori oleh aliansi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi Kurdi.

Ankara mencap tulang punggung aliansi itu, Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), sebagai teroris yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang selama puluhan tahun melawan pemerintah Turki.

Pada Sabtu (12/1), lebih dari 600 orang dievakuasi dari Suriah timur. Pada saat yang sama, pasukan yang didukung AS bersiap untuk serangan terakhir di kawasan itu.

Kepala Observatorium HAM Suriah yang berpusat di Inggris Rami Abdel Rahman menuturkan bahwa sejumlah pasukan bersenjata termasuk di antara mereka yang dievakuasi ke daerah-daerah yang dikuasai oleh aliansi Kurdi-Arab.

Abdel Rahman menerangkan sekitar 16.000 orang, termasuk di antaranya 760 anggota ISIS, telah melarikan diri dari daerah itu sejak awal Desember.

Sementara itu, PBB pada Jumat (11/1) mengatakan bahwa secara keseluruhan sekitar 25.000 orang telah melarikan diri dari kekerasan selama enam bulan terakhir ketika para anggota ISIS mempertahankan benteng mereka yang semakin melemah.

"Diperkirakan 2.000 warga sipil masih terperangkap di daerah sekitar kota Hajin," ungkap PBB.

Observatorium HAM Suriah mengungkapkan koalisi pimpinan AS pada Sabtu menembakkan lebih dari 20 rudal terhadap posisi ISIS. Lebih lanjut mereka mengatakan sekitar 300 pejuang SDF telah dikerahkan di dekat desa Sousa dalam persiapan untuk serangan terakhir. (AFP)