logo alinea.id logo alinea.id

Trump sebut ISIS akan kalah total dalam hitungan hari

Pernyataan resmi soal kekalahan ISIS, menurut Trump, akan diumumkan sekitar pekan depan.

Khairisa Ferida Kamis, 07 Feb 2019 13:04 WIB
Trump sebut ISIS akan kalah total dalam hitungan hari

Donald Trump memuji Amerika Serikat dan sekutunya atas kemajuan yang dibuat dalam perang melawan ISIS. Itu disampaikan dalam sambutannya pada Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS di Kementerian Luar Negeri AS pada Rabu (6/2).

Trump secara khusus memuji Jerman, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab atas komitmen keuangan mereka untuk berperang melawan ISIS.

"Militer AS, mitra koalisi kami dan Pasukan Demokratik Suriah telah membebaskan hampir seluruh wilayah yang sebelumnya dikuasai ISIS di Suriah dan Irak. Seharusnya ini akan diumumkan secara resmi sekitar minggu depan mungkin bahwa kita akan memiliki 100% wilayah yang bebas dari ISIS," ujar Trump sebelum menyatakan bahwa dia masih menunggu konfirmasi resmi.

Sejumlah pejabat pertahanan menuturkan, ada rencana agar Trump membuat pengumuman tersebut dari Gedung Putih. Waktu pengumuman sendiri tergantung pada kapan dan jika militer memberi tahu bahwa bagian terakhir dari ujung paling selatan Lembah Sungai Eufrat Tengah tidak lagi dikuasai ISIS.

Pidato Trump di Kementerian Pertahanan berfokus pada kemenangan militer melawan ISIS.

"Militer kami luar biasa. Dan militer Anda pun luar biasa. Jadi, sebuah kehormatan bekerja sama dengan Anda semua," ungkap Trump jelang akhir pidatonya. "Kita telah mengamankan satu medan perang dan kita meraih kemenangan demi kemenangan dan merebut kembali Mosul dan Raqqa."

Trump mengklaim bahwa pasukan koalisi berhasil menghabisi sejumlah tokoh ISIS dan puluhan ribu pengikutnya. Namun, Trump tidak sedikit pun menyinggung soal sosok Abu Bakar al-Baghdadi, pucuk pimpinan ISIS.

Dua sumber berbeda di lembaga pemerintahan yang berbeda pula mengatakan, asumsi sementara bahwa al-Baghdadi masih mengingat tidak ada bukti bahwa dia sudah meninggal. Sementara para pejabat AS tidak tahu keberadaannya, penilaian informal menyebutkan bahwa al-Baghdadi tidak berada di bawah wilayah yang dikendalikan ISIS dan kemungkinan dia telah lama kabur, mengingat pertempuran yang masif selama ini.

Sponsored

Di hadapan perwakilan dari 79 anggota koalisi pimpinan AS di Suriah, Trump menyatakan, "AS berharap dapat memberikan para pejuang pemberani kami di Suriah sambutan yang hangat."

Itu merupakan rujukan langsung pada pengumumannya di Desember lalu bahwa AS akan menarik pasukannya dari Suriah. Pengumuman yang sama, telah memicu pengunduran diri Menteri Pertahanan James Mattis dan Utusan Khusus Presiden untuk Koalisi Global Brett McGurk. Kondisi dan logistik penarikan pasukan AS masih dalam negosiasi.

Namun, seorang pejabat senior pemerintahan menyebutkan bahwa AS dapat saja mempertahankan kehadirannya di pangkalan militer Al Tanf.

"Terkait rencana penarikan, Al Tanf akan menjadi tempat terakhir yang akan tarik, dan saya pikir itu belum dijadwalkan," sebut pejabat senior itu. "Itu bergantung pada kondisi."

Kendati menerangkan tentang penarikan pasukan AS dari Suriah, namun Trump tidak membahas prospek solusi politik untuk mengatasi konflik. Padahal pernyataan bersama beberapa jam sebelumnya menekankan perlunya diplomasi untuk mengakhiri perang saudara.

Mesir, Prancis, Jerman, Yordania, Arab Saudi, Inggris, dan AS dalam pernyataan bersama itu menekankan tidak ada solusi militer atas Suriah dan tidak akan ada solusi politik hingga ada kebutuhan bersama untuk berdiplomasi dan kemauan politik internasional untuk mengakhiri konflik dan meringankan penderitaan rakyat Suriah.

"Kami bertekad untuk memfokuskan upaya kami dan bergerak maju dengan solusi politik yang konsisten dengan Resolusi 2254 DK PBB," tulis pernyataan bersama tersebut.

Ketika ditanyakan peran potensial Presiden Bashar al-Assad dalam proses politik, seorang pejabat senior AS mengatakan, "Sangat sulit bagi kita untuk membayangkan masa depan Suriah di mana Bashar al-Assad dapat memainkan perang yang bertanggung jawab."

"Tentu diharapkan dia sepenuhnya dapat mengubah gayanya memerintah, memungkinkan pemilu yang bebas dan adil, menghilangkan pengaruh asing yang jahat dari Suriah dan memimpin dengan cara yang bermanfaat bagi seluruh rakyat Suriah," kata yang bersangkutan.

AS dan sekutunya akan terus menahan dana rekonstruksi dari rezim Assad, kecuali pemimpin Suriah itu menunjukkan konsesi yang signifikan.

Dalam sambutannya, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo justru berbicara lebih luas tentang penarikan pasukan. Dia mengatakan itu hanya "perubahan taktis." 

"Pengumuman Presiden Trump bahwa pasukan AS akan menarik diri dari Suriah bukanlah akhir dari pertarungan AS," tutur Pompeo. 

Sumber : CNN

Cinta bersemi dari aplikasi

Cinta bersemi dari aplikasi

Jumat, 15 Feb 2019 12:59 WIB