sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Trump tetap gelar kampanye pilpres di tengah pandemik

Lebih dari satu juta tiket kampanye Trump telah terjual.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 16 Jun 2020 13:59 WIB
Trump tetap gelar kampanye pilpres di tengah pandemik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 63749
Dirawat 30834
Meninggal 3171
Sembuh 29105

Di tengah pandemik Covid-19 yang bergejolak di seluruh dunia tak terkecuali Amerika Serikat, Presiden Donald Trump akan tetap menggelar kampanye pilpres di Tulsa, Oklahoma, pada Sabtu (20/6).

Komite Kampanye Partai Republik menyatakan, mereka yang menghadiri kampanye pilpres Trump akan melewati pemeriksaan suhu tubuh, dan diwajibkan memakai masker, serta diberikan penyanitasi tangan sebelum memasuki tempat acara.

Lebih dari satu juta tiket telah terjual untuk menghadiri kampanye pilpres yang akan diselenggarakan di dalam ruangan tersebut. Kampanye itu merupakan pertama kali Trump dalam tiga bulan terakhir, sejak Covid-19 menghantam dunia.

Juru bicara kampanye Trump, Brad Parscale, pada Senin (15/6) menyatakan, orang-orang yang antre untuk masuk ke tempat acara akan diperiksa suhu tubuhnya. Panitia juga akan menyediakan air minum bagi mereka yang mengantre.

Kegiatan itu diundur dari tanggal awal, Jumat (19/6), setelah publik memprotes karena acara itu bertepatan dengan Juneteenth, saat Komunitas Afrika-Amerika menandai 19 Juni sebagai hari ketika para budak kulit hitam di Texas dibebaskan oleh Proklamasi Emansipasi pada 1856.

Kepala pejabat kesehatan Tulsa pada Sabtu (13/6) mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kegiatan politik tersebut dapat meningkatkan kemungkinan infeksi.

Senada disampaikan sejumlah pakar kesehatan lain menilai bahwa kampanye pilpres Trump berpotensi mempercepat penyebaran Covid-19.

Kekhawatiran tersebut dibantah oleh wakil direktur komunikasi untuk kampanye Trump, Erin Perrine.

Sponsored

"Kampanye ini memerhatikan kesehatan dan keselamatan para peserta dengan serius serta mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan acara berjalan dengan aman," jelas Perrine. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan bahwa per Senin, negara tersebut mencatat 2.085.769 kasus positif Covid-19, termasuk 115.644 kematian. (Reuters)

Berita Lainnya