sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Trump tunda kenaikan tarif impor China

Penundaan akan berlangsung selama minggu. Trump mengatakan keputusannya merupakan iktikad baik.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 12 Sep 2019 11:57 WIB
Trump tunda kenaikan tarif impor China

Donald Trump mengumumkan penundaan kenaikan tarif atas barang-barang China senilai US$250 miliar. Langkah tersebut disebutnya menunjukkan iktikad baik. 

Melalui Twitter, Trump mengumumkan bahwa kenaikan 5% yang dijadwalkan berlaku pada 1 Oktober akan ditunda selama dua minggu.

Dia mengatakan bahwa penundaan tersebut merupakan permintaan China, dan juga mengikuti langkah Tiongkok yang membatalkan sejumlah tarif terhadap AS.

"Sebagaimana permintaan Wakil Perdana Menteri China Liu He dan fakta bahwa rakyat Tiongkok akan merayakan HUT ke-70 negara mereka pada 1 Oktober, kami setuju, sebagai iktikad baik, untuk menunda kenaikan tarif atas barang senilai US$250 miliar (25% ke 30%) dari 1 Oktober ke 15 Oktober," demikian twit Trump. 

Sebelumnya, China merilis daftar 16 impor AS yang akan dibebaskan dari tarif termasuk obat antikanker dan pakan ternak.

Ekspor AS yang signifikan ke China, seperti daging babi, kedelai dan mobil pabrikan AS adalah di antara barang-barang yang masih akan terkena pajak besar.

Penundaan kenaikan tarif ini terjadi ketika kedua belah pihak bersiap untuk mengadakan pembicaraan baru yang bertujuan menyelesaikan perang dagang antara mereka.

Sponsored

AS mengatakan akan menaikkan tarif atas seluruh barang China pada bulan lalu.

Babak baru negosiasi

AS dan China, dua raksasa ekonomi dunia, tengah terkunci dalam perang dagang yang membebani perekonomian global selama satu tahun terakhir. Ketegangan meningkat dalam beberapa bulan belakangan dan Washington mengatakan akan menargetkan seluruh impor China ke AS dengan bea baru pada akhir tahun ini.

Namun, kedua belah pihak sama-sama telah siap kembali ke meja perundingan. Pertemuan pendahuluan dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini di Washington sebelum Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer bertatap muka dengan Wakil PM Liu He di China pada Oktober.

Beberapa analis berpendapat bahwa langkah terbaru AS dan China belum membawa perang dagang mendekati akhir.

"Penyelesaian secara luas tidak terlihat," kata Gary Hufbauer dari Peterson Institute for International Economics. Beijing siap untuk melanjutkan kenaikan tarif dan retorika bermusuhan sampai 2020. Dan Trump tidak dapat mundur tanpa menghadapi badai kritik dari Demokrat dan Republikan."

Sumber : BBC