Turki dorong isu Palestina dibahas di Sidang Umum PBB

Turki menginginkan sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membahas isu Yerusalem dan pembunuhan massal warga Palestina di Jalur Gaza.

Turki dorong isu Palestina dibahas di Sidang Umum PBB Seorang pengunjuk rasa Palestina memegang ketapel saat protes memperingati 70 tahun Nakba, dekat pemukiman Yahudi Beit El, dekat Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki, Selasa (15/5)./ Antarafoto

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menginginkan sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membahas isu Yerusalem dan pembunuhan massal warga Palestina di Jalur Gaza.

“PBB perlu membentuk komisi independen untuk menyusun laporan kekerasan di Gaza,” tegas Mevlut dilansir Channel News Asia. Israel, imbuhnya, harus mempertanggungjawabkan kejahatan yang dilakukannya.

Israel menembaki puluhan demonstran Palestina di Jalur Gaza pada Senin (15/5) lalu. Pada saat yang bersamaan, Amerika Serikat membuka kedutaannya di Yerusalem.

Melansir Al Jazeera, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan PBB telah gagal menghadapi pasukan Israel yang membunuh lebih dari 60 warga Palestina pada awal pekan ini.

“PBB telah berakhir karena kurang respons terhadap Israel yang terus menggunakan kekuatan mematikan melawan para demonstran,” terang Erdogan. Lebih dari 2.700 warga terluka saat tentara Israel menembaki orang Palestina.

Israel membela diri tentang penggunaan senjata api karena para demonstran adalah pendukung Hamas yang menguasai Hamas. Namun, dunia tetap mengecam kejahatan yang telah dilakukan Israel.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Israel sungguh memalukan karena membunuh anak-anak dan bayi serta para demonstran sipil. “Saya tidak setuju ketika puluhan warga sipil termasuk anak-anak dan bayi yang tewas dalam insiden itu sebagai teroris,” kecam Lavrov.

Kemudian, jumlah demonstran Palestina kini semakin menurun dikarenakan para pejabat Mesir melakukan intervensi dan meminta mereka untuk menahan diri. Tapi, Hamas membantah adanya tekanan dari Mesir untuk menahan diri.

Kementerian Luar Negeri Palestina pada Rabu (16/5) menarik perwakilan dari Rumania, Hungaria, Austria, dan Republik Ceko karena berparisipasi dalam resepsi peresmian kedubes AS di Yerusalem.


Berita Terkait