sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Turki vonis Harun Yahya 1.000 tahun penjara akibat kejahatan seksual

Adnan Oktar, nama aslinya, juga dinyatakan bersalah karena membantu Fethullah Gulen.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 12 Jan 2021 15:42 WIB
Turki vonis Harun Yahya 1.000 tahun penjara akibat kejahatan seksual
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Pengadilan Turki memvonis seorang televangelist muslim yang mendirikan semacam sekte dengan hukuman lebih dari 1.000 tahun penjara karena kejahatan seks.

Adnan Oktar, juga dikenal sebagai Harun Yahya, mengkhotbahkan kreasionisme dan nilai-nilai konservatif sementara sejumlah wanita berpakaian minim dan terbuka, banyak di antaranya tampaknya menjalani operasi plastik, menari di sekitarnya dengan musik yang ceria di studio TV.

Pria berusia 64 tahun itu ditahan unit kejahatan keuangan kepolisian Istanbul pada 2018 bersama dengan lebih dari 200 tersangka lainnya sebagai bagian dari tindakan keras terhadap kelompoknya.

Dia dijatuhi hukuman 1.075 tahun penjara karena kejahatan, termasuk kekerasan seksual, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, penipuan, serta percobaan spionase politik.

Pengadilan juga menghukum dua eksekutif di organisasi Yahya, Tarkan Yavas dan Oktar Babuna, masing-masing selama 211 tahun dan 186 tahun.

Kantor berita resmi, Anadolu, melaporkan, Yahya juga dinyatakan bersalah karena membantu kelompok yang dipimpin pengkhotbah muslim yang berbasis di Amerika Serikat, Fethullah Gulen, yang menurut pemerintah Turki telah melakukan upaya kudeta yang gagal pada 2016.

Yahya membantah kaitannya dengan Gulen dan menyebut tudingan sebagai memimpin sekte seks sebagai sebuah mitos.

Sekitar 236 terdakwa menghadapi tuntutan, 78 di antaranya ditahan dan menunggu persidangan.

Sponsored

Sebagian besar tersangka mengklaim tidak bersalah sejak sidang pertama pada September 2019.

Selama persidangan, yang diliput media Turki selama berbulan-bulan, pengadilan mendengar perincian kejahatan seksual yang mengerikan.

Kepada hakim ketua pada Desember 2020, Yahya memaparkan, memiliki hampir 1.000 "kekasih".

"Ada luapan cinta di hati saya untuk para wanita. Cinta adalah kualitas utama manusia. Itu adalah kualitas seorang muslim," katanya dalam sidang lain pada Oktober 2020.

Yahya pertama kali menjadi perhatian publik pada 1990-an ketika dia menjadi pemimpin sekte yang terlibat dalam berbagai skandal seks.

Saluran televisi online miliknya mulai mengudara pada 2011, menarik kecaman dari para pemimpin agama Turki. Program tersebut akhirnya ditutup negara setelah tindakan keras polisi terhadap sekte pimpinan Yahya.

Salah satu wanita berinsial CC, yang menjadi saksi dalam persidangannya, mengatakan, Yahya berulang kali melakukan pelecehan seksual terhadapnya dan wanita lainnya.

Menurutnya, sejumlah wanita yang diperkosa Yahya mengaku dipaksa mengonsumsi pil kontrasepsi. Dia sendiri bergabung dalam sekte itu ketika berusia 17 tahun.

Ketika ditanya tentang 69.000 pil kontrasepsi yang ditemukan di rumahnya oleh polisi, Yahya mengatakan, pil itu digunakan untuk mengobati gangguan kulit dan gangguan menstruasi. (The Guardian)

Berita Lainnya