logo alinea.id logo alinea.id

TV Rusia rilis target nuklir di Amerika Serikat

Rudal nuklir hipersonik Rusia diklaim dapat mengenai sasaran di AS dalam waktu kurang dari lima menit.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 26 Feb 2019 15:08 WIB
TV Rusia rilis target nuklir di Amerika Serikat

Televisi pemerintah Rusia memunculkan daftar fasilitas militer Amerika Serikat yang akan ditargetkan Moskow jika terjadi serangan nuklir. Mereka mengatakan bahwa rudal nuklir hipersonik yang dikembangkan Rusia dapat mengenai sasaran dalam waktu kurang dari lima menit.

Pentagon dan tempat peristirahatan Presiden AS, Camp David, di Maryland termasuk di antara target yang dimaksud.

Laporan yang dinilai tidak biasa itu disiarkan pada Minggu (24/5) malam, beberapa hari setelah Presiden Vladimir Putin mengatakan, Moskow siap secara militer untuk menghadapi gaya krisis rudal Kuba jika AS menginginkannya.

Dengan meningkatnya ketegangan di tengah kekhawatiran Rusia bahwa AS mungkin akan menyebarkan rudal nuklir jarak menengahnya di Eropa pasca-penarikan diri Washington dari  perjanjian kontrol senjata (INF), Putin mengatakan Moskow akan dipaksa untuk merespons dengan menempatkan rudal nuklir hipersonik di kapal selam di dekat perairan AS. 

AS sendiri telah menegaskan tidak memiliki rencana dalam waktu dekat untuk menyebarkan rudal nuklir jarak menengah di Eropa dan memilih mengabaikan peringatan Putin, mencapnya sebagai propaganda tidak jujur. 

Saat ini AS disebutkan tidak memiliki rudal nuklir jarak menengah berbasis darat yang dapat ditempatkan di Eropa.

Namun, keputusan Washington untuk mundur dari INF dengan alasan Moskow telah melanggar perjanjian itu telah membebaskannya untuk memulai pengembangan dan pengunaan rudal semacam itu.

Putin mengatakan bahwa Rusia tidak menginginkan perlombaan senjata baru, tetapi di lain sisi dia juga telah mengumandangkan retorika militernya.

Sponsored

Adapun Pentagon menyatakan bahwa ancaman Putin hanya akan membantu mempersatukan NATO.

"Setiap kali Putin mengeluarkan ancaman-ancaman bombastis dan mempromosikan perangkat kiamatnya yang baru, dia seharusnya tahu bahwa dia hanya memperdalam tekad NATO untuk bekerja sama memastikan keamanan kolektif kami," kata Eric Pahon, juru bicara Pentagon.

Beberapa analis melihat pendekatan Putin sebagai taktik untuk mencoba melibatkan kembali AS dalam pembicaraan tentang keseimbangan strategis antara kedua negara.

Dalam siaran Minggu malam, Dmitry Kiselyov, presenter program 'Vesti Nedeli', menunjukkan peta AS dan mengidentifikasi sejumlah target yang menurutnya akan dihantam Moskow jika terjadi perang nuklir.

Sasaran, yang digambarkan oleh Kiselyov sebagai pusat komando atau militer AS termasuk Fort Ritchie yang merupakan pusat pelatihan militer di Maryland yang ditutup pada 1998, pangkalan Angkatan Udara AS McClellan di California yang ditutup pada 2001, dan pangkalan komunikasi angkatan laut Jim Creek di negara bagian Washington.

Kiselyov, yang dekat dengan Kremlin, mengatakan "rudal hipersonik" Tsirkon yang dikembangkan Rusia dapat mencapai sasaran dalam waktu kurang dari lima menit jika diluncurkan dari kapal selam Rusia.

"Untuk saat ini, kami tidak mengancam siapa pun, tetapi jika penyebaran seperti itu terjadi, respons kami akan instan," katanya.

Diminta untuk mengomentari laporan Kiselyov, Kremlin pada Senin mengatakan bahwa mereka tidak mengganggu kebijakan editorial televisi pemerintah.

Sumber : Reuters