sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ukrania ajukan tuntutan terhadap Rusia di pengadilan HAM Eropa

Tuntutan diajukan atas dugaan campur tangan pemerintah Rusia dalam percobaan pembunuhan sejumlah tokoh oposisi.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 24 Feb 2021 13:08 WIB
Ukrania ajukan tuntutan terhadap Rusia di pengadilan HAM Eropa

Ukraina pada Selasa (23/2) telah mengajukan kasus baru ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) terhadap Rusia, kali ini tuntutan diajukan atas operasi pembunuhan yang ditargetkan terhadap oposisi Kremlin.

Dalam pernyataannya, ECHR menuturkan bahwa kasus yang diajukan pada 19 Februari itu menyangkut praktik yang sedang berlangsung terkait percobaan pembunuhan yang disahkan negara terhadap oposisi Rusia.

Ukraina juga menuduh Rusia gagal menyelidiki percobaan pembunuhan terhadap tokoh oposisi.

Tuntutan terbaru ini merupakan pengajuan kasus kesembilan yang diajukan oleh Ukraina di ECHR terhadpa Rusia.

Kasus-kasus sebelumnya menyangkut peristiwa di Ukraina Timur, termasuk jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 pada 2014, pelanggaran HAM di Krimea, serta insiden angkatan laut di Selat Kerch pada 2018 yang berujung pada ditangkapnya tiga kapal angkatan laut Ukraina beserta awaknya.

Terdapat kecaman internasional yang meluas atas dugaan keterlibatan Kremlin dalam percobaan pembunuhan dan peracunan lawan politik pemerintah oleh regu pembunuh dan agen intelijen di dalam dan di luar Rusia.

Tuduhan tersebut telah secara konsisten dan keras dibantah oleh pemerintah Rusia.

Parlemen Eropa sebelumnya telah mengutuk keras penembakan Boris Nemtsov pada 2015, seorang kritikus terkemuka Presiden Vladimir Putin. 

Sponsored

Pembunuhan bermotif politik termasuk kasus jurnalis Anna Politkovskaya dan Anastasia Baburova, pengacara Stanislav Markelov dan Sergei Magnitsky, pembela hak asasi manusia Natalya Estemirova, serta mantan perwira Rusia Alexander Litvinenko yang dibunuh di Inggris.

Teranyar, otoritas Inggris dan Jerman menuduh pihak berwenang Rusia menggunakan agen saraf kimia ilegal, Novichok, dalam percobaan pembunuhan terhadap mantan perwira intelijen, Sergei Skripal, dan putrinya Yulia pada 2018.

Tokoh oposisi Kremlin, Alexey Navalny, pada 2020 berhasil selamat dari upaya pembunuhan dengan racun yang sama.

Kedua insiden tersebut membuat tegang hubungan antara Moskow dan Uni Eropa. Blok itu telah menjatuhkan sanksi yang ditargetkan pada pejabat Rusia.

Sumber : Anadolu Agency

Berita Lainnya