sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Uni Eropa izinkan penggunaan vaksin Pfizer dan BioNTech

Kedua jenis vaksin tersebut akan tersedia untuk semua negara Uni Eropa.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 22 Des 2020 11:50 WIB
Uni Eropa izinkan penggunaan vaksin Pfizer dan BioNTech

Uni Eropa telah mengizinkan penggunaan vaksin Covid-19 milik Pfizer dan BioNTech. Fase pertama program vaksinasi massal akan dimulai akhir pekan ini.

Langkah tersebut menyusul rekomendasi dari regulator obat Uni Eropa yang hanya beberapa jam sebelumnya memberikan otorisasi pemasaran bagi vaksin Covid-19.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebutnya sebagai babak penting dalam perang Uni Eropa melawan pandemik Covid-19.

"European Medicines Agency (EMA) telah menilai vaksin ini secara menyeluruh. Setelah itu, mereka menyimpulkan bahwa vaksin tersebut aman dan efektif melawan Covid-19," katanya.

"Seperti yang kami janjikan, vaksin ini akan tersedia untuk semua negara Uni Eropa," imbuhnya.

Dia mengatakan, gelombang pertama vaksin akan dikirim dari lokasi produksi Pfizer di Belgia dalam beberapa hari ke depan. VaksinasiĀ akan dimulai pada 27 Desember.

"Ini adalah cara yang sangat baik untuk mengakhiri tahun yang sulit ini," kata von der Leyen.

Dia menambahkan, EMA akan menyampaikan putusan mereka atas vaksin Covid-19 milik Moderna pada 6 Januari. Langkah ini berpotensi memberikan Eropa keuntungan baru untuk memerangi pandemik pada 2021.

Sponsored

Ketua Komite EMA untuk Produk Obat untuk Penggunaan Manusia (CHMP) Harald Enzmann sebelumnya mengatakan, lembaga tersebut menyadari bahwa banyak warga Eropa khawatir terkait cepatnya vaksin tersebut mendapat persetujuan. Namun, dia menekankan bahwa data yang telah mereka analisis dan penilaian terhadap data tersebut telah memenuhi standar untuk ketahanan dan kualitas.

Meski demikian Enzmann menekankan bahwa warga tetap wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, mengingat uji coba vaksin belum dapat memberikan gambaran yang jelas kepada para ilmuwan tentang bagaimana vaksin memengaruhi penularan virus.

Otorisasi penggunaan vaksin Pfizer dan BioNTech datang saat mutasi baru Covid-19 yang menyebar dengan cepat telah terdeteksi di sejumlah negara Eropa termasuk Inggris, Belgia, Denmark, Prancis, Italia, dan Belanda.

Kepala Anti Infeksi dan Vaksin EMA Marco Cavaleri pada Senin (21/12) mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan mutasi baru dari virus berpotensi menggagalkan efektivitas vaksin.

Selain Uni Eropa, Inggris dan Amerika Serikat sebelumnya telah memberikan otorisasi penggunaan darurat bagi vaksin Pfizer dan BioNTech awal bulan ini. Ratusan ribu orang di kedua negara itu telah menerima suntikan pertama mereka.

Uni Eropa telah mengamankan lebih dari dua miliar dosis vaksin potensial untuk memastikan akses yang adil bagi seluruh warga blok tersebut.

Kesepakatan itu mencakup pengadaan 300 juta dosis vaksin Pfizer dan BioNTech, yang cukup untuk memvaksinasi 150 juta dari 448 juta warga negara anggota Uni Eropa. (CNN)

Berita Lainnya