sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Uni Eropa sepakat undur Brexit

"Kami meraih kesepakatan penuh tentang perlunya perpanjangan," kata seorang pejabat Uni Eropa.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 26 Okt 2019 13:00 WIB
Uni Eropa sepakat undur Brexit

Pada Jumat (25/10), Uni Eropa menyetujui permintaan Inggris terkait perpanjangan tenggat Brexit, tetapi mereka belum menetapkan tanggal baru.

"Kami meraih kesepakatan penuh tentang perlunya perpanjangan," kata seorang pejabat Uni Eropa usai pertemuan duta besar dari 27 negara di blok itu.

Pejabat tersebut mengatakan, para utusan akan bertemu kembali di Brussels, Belgia, pada Senin (28/10) atau Selasa (29/10) untuk mendiskusikan perpanjangan tenggat itu lebih lanjut.

Sehari setelah mengakui tidak akan dapat memenuhi batas waktu Brexit pada 31 Oktober 2019, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sepenuhnya menyerahkan keputusan perpanjangan waktu ke tangan Uni Eropa.

"Tentu saja Inggris masih dapat hengkang pada 31 Oktober, sayangnya kini itu semua tergantung pada Uni Eropa," kata dia.

PM Johnson menambahkan, jika oposisi menggagalkan upayanya untuk mengadakan pemilu dini pada 12 Desember 2019, pemerintahannya tidak akan terlibat dalam diskusi Brexit di parlemen.

Utusan Uni Eropa dijadwalkan untuk membahas perpanjangan tenggat ketiga Brexit, tetapi para diplomat memutuskan menunda pertemuan untuk membiarkan proses politik internal bergulir di London.

Seorang diplomat Uni Eropa mengatakan, Prancis menginginkan tenggat diundur menjadi 15 atau 30 November 2019, untuk tetap memberi tekanan pada parlemen Inggris dan PM Johnson.

Sponsored

Menurut rancangan dokumen yang dilansir Reuters, menjelang pertemuan Uni Eropa pada Jumat, penundaan Brexit diberikan dengan pandangan untuk memungkinkan finalisasi ratifikasi dari proposal perceraian yang disepakati oleh blok itu dengan Johnson pada pekan lalu.

Rancangan itu tidak menetapkan tanggal Brexit, tetapi menyatakan bahwa perceraian Inggris-Uni Eropa dapat segera terjadi setelah ratifikasi diselesaikan.

"Perpanjangan tenggat tidak mencakup pembukaan kembali perundingan proposal Brexit," tulis rancangan tersebut.

Uni Eropa berniat untuk mencegah Brexit tanpa kesepakatan (no-deal Brexit) yang berpotensi merusak, tetapi juga mulai letih dengan ketidakpastian dari proses perceraian tersebut. Lebih dari tiga tahun setelah rakyat Inggris memilih untuk cerai dari Uni Eropa, masa depan Brexit masih tidak jelas dan terpecah belah.

PM Johnson memenangkan kepemimpinan Partai Konservatif pada Juli 2019 dan bersumpah akan mewujudkan Brexit sesuai tenggat 31 Oktober 2019. Pendahulunya, Theresa May, mengundurkan diri setelah parlemen tiga kali menolak proposal Brexit-nya.

Johnson mengatakan kepada Pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn bahwa dia akan memberi parlemen waktu untuk menyetujui proposalnya, sebelum 6 November 2019.

Corbyn menjawab, dirinya akan menunggu untuk melihat langkah apa yang akan diambil Uni Eropa. Dia menegaskan, hanya akan mendukung pemilu dini jika Johnson menyampingkan opsi no-deal Brexit. (Reuters)