sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Unicef minta G7 sumbang dosis vaksin Covid-19 buat negara miskin

Unicef mengatakan, perlu ada pasokan yang stabil sepanjang tahun karena negara miskin tak punya sumber daya untuk menggunakannya sekaligus.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 09 Jun 2021 08:54 WIB
Unicef minta G7 sumbang dosis vaksin Covid-19 buat negara miskin

Unicef memperingatkan bahwa jutaan vaksin Covid-19 dapat terbuang sia-sia jika negara-negara kaya mengirimkan dosis vaksin sisa dalam jumlah besar ke negara-negara miskin.

Badan amal itu mengatakan, perlu ada pasokan yang stabil sepanjang tahun karena negara-negara miskin tidak memiliki sumber daya untuk menggunakannya sekaligus.

Inggris dan negara-negara lain telah berjanji untuk menyumbangkan kelebihan dosis mereka.

Menurut laporan BBC pada Selasa (8/6), sejumlah selebritas termasuk penyanyi pop asal Amerika Serikat, Billie Eilish, dan bintang sepak bola Inggris, David Beckham, mendukung peringatan Unicef.

Para bintang papan atas telah menandatangani surat yang ditujukan kepada negara-negara kaya dalam kelompok G7, termasuk Inggris, meminta mereka untuk menyumbangkan 20% dari vaksin mereka pada Agustus.

Sementara itu, bintang-bintang lain yang telah menandatangani surat itu termasuk Andy Murray, Olivia Colman, Ewan McGregor, Liam Payne, Priyanka Chopra Jonas, Orlando Bloom, Katy Perry, Gemma Chan, Whoopi Goldberg, Claudia Schiffer, dan Chris Hoy.

Pemimpin vaksin Unicef, Lily Caprani, mengatakan bahwa negara-negara perlu memvaksinasi populasi mereka sendiri pada saat yang bersamaan dengan negara-negara lain di dunia.

"Pada titik tertentu, tidak diragukan lagi, kita perlu memvaksinasi anak di bawah 18 tahun," katanya. "Tetapi prioritas saat ini adalah memastikan bahwa semua kelompok rentan dan prioritas di seluruh dunia mendapatkan vaksin."

Sponsored

Caprani menegaskan, Unicef mendesak negara-negara G7 untuk menyumbangkan dosis mereka ke negara-negara berpenghasilan rendah sekarang, sambil tetap memvaksinasi populasi mereka masing-masing.

Pekan lalu, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan vaksinasi anak-anak dibandingkan mengirim dosis berlebih ke luar negeri.

Tidak seperti negara lain, Inggris belum mengungkapkan berapa banyak dosis yang akan disumbangkannya ke skema pembagian vaksin multilateral, Covax Facility.

Sejauh ini, pemerintah Inggris baru menyatakan bahwa mereka berencana untuk menyumbangkan kelebihan dosisnya. Pekan lalu, Hancock mengatakan Inggris saat ini tidak memiliki dosis cadangan.

Caprani dari Unicef ​​meminta negara-negara G7 untuk mulai menyumbangkan vaksin sekarang serta sepanjang musim panas dan sisa tahun ini.

"Negara-negara berpenghasilan rendah membutuhkan pasokan yang stabil sehingga mereka dapat keluar dari masa kritis pandemik," sebutnya. 

Dalam surat mereka, para selebritas mengatakan Unicef ​​sudah mengirimkan vaksin di negara-negara miskin, tetapi badan amal itu kekurangan 190 juta dosis.

Surat itu mengatakan, tujuh negara dalam kelompok G7 memiliki cukup dosis untuk menyumbangkan 20% dari dosis mereka antara Juni dan Agustus tanpa mengganggu kampanye vaksinasi nasional masing-masing negara. Langkah tersebut akan memberikan lebih dari 150 juta dosis ke Covax.

Beberapa negara, seperti Inggris yang telah memesan 400 juta dosis berbagai vaksin, telah memvaksinasi sebagian besar warganya.

Di sisi lain, negara-negara lain masih menunggu pengiriman pertama mereka tiba. Banyak negara miskin mengandalkan pengiriman dari Covax.

Pada KTT G7 akhir pekan ini, Perdana Menteri Boris Johnson berencana mendesak penetapan target untuk memvaksinasi dunia pada akhir 2022.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, pemerintah mengatakan bahwa Inggris telah memainkan peran utama dalam memperjuangkan akses global bagi vaksin Covid-19.

PM Johnson menuturkan, Inggris akan berbagi sebagian besar surplus vaksin mereka dengan Covax dan dia akan meminta sesama pemimpin G7 membuat komitmen konkret untuk memvaksinasi seluruh dunia terhadap virus corona pada akhir 2022.

Para pemimpin negara anggota G7 bertemu di Cornwall untuk pertemuan KTT tahunan mereka akhir pekan ini. Negara-negara G7 adalah Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan AS.

Sumber : BBC

Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

Sabtu, 12 Jun 2021 08:10 WIB
Pilu di balik pembatalan ibadah haji

Pilu di balik pembatalan ibadah haji

Jumat, 11 Jun 2021 07:19 WIB
Berita Lainnya