close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi K-Popers/Alinea.id/Oky Diaz
icon caption
Ilustrasi K-Popers/Alinea.id/Oky Diaz
Dunia
Rabu, 08 September 2021 20:32

Usai larang pria 'melambai' nongol di TV, China blokir 22 akun fans K-pop

Platform media sosial di China, Weibo, memblokir sementara 22 akun fans K-Pop.
swipe

Platform media sosial di China, Weibo, memblokir sementara 22 akun fans K-Pop, 21 diantaranya diblokir selama 30 hari. Akun-akun tersebut merupakan akun fans sejumlah artis dan grup musik populer di Korea Selatan, seperti BLACKPINK, EXO, NCT, hingga IU. Sisanya, yang merupakan akun penggemar BTS, diblokir selama 60 hari.

Pemblokiran ini dilakukan oleh pihak Weibo, karena dinilai merangsang obsesi berlebihan dan tidak rasional dalam mendukung idola mereka. Sebelumnya, salah satu akun fans BTS, menggelar crowdfunding atau penggalangan dana secara global untuk merayakan ulang tahun salah satu anggota BTS, Jimin.

Dilansir dari al-jazeera via Nzherald, akun tersebut mengumumkan bakal bekerja sama dengan maskapai penerbangan Jeju Air untuk menampilkan wajah idol mereka di salah satu pesawat tersebut.

Penggalangan dana yang dianggap ilegal dan berlebihan tersebut berhasil mengumpulkan uang lebih dari 1 juta Yuan (sekitar Rp2,2 miliar) dalam tiga menit dan 2,3 juta Yuan (Rp5,06 miliar) dalam satu jam.

Untuk itu, pihak Weibo berjanji secara intensif melakukan pemeriksaan media sosial mereka, serta mengatur ketertiban komunitas platformnya. Langkah ini diambil Weibo menyusul tindakan tegas yang baru-baru ini diberlakukan oleh pemerintah China terhadap industri hiburan dan budaya penggemar pada khususnya.

Pekan lalu, dua lembaga pemerintah menerbitkan pedoman berisi larangan siaran oleh "selebriti internet vulgar" dan "pria berpenampilan feminim" yang dianggap tidak menggambarkan nilai-nilai bangsa China ataupun budaya yang ingin dipromosikan negara tersebut.

Pemerintah pun menegaskan melarang seluruh media untuk tidak menayangkan program TV dan sejenisnya yang menayangkan pria dengan perilaku “feminim”. Pada Juni, Administrasi Cyberspace China (CAC) juga mengumumkan 10 langkah untuk 'membersihkan' apa yang disebutnya "kekacauan" klub penggemar selebriti.

Bahkan, bakal dilarang pula kegiatan yang membujuk anak-anak untuk menyumbangkan uang kepada idola mereka, dan membubarkan grup media sosial yang dianggap punya pengaruh buruk.

Penggemar K-pop memang populer lantaran kemampuan mereka mengumbar aksi mengesankan. Sering kali mengumpulkan ribuan dolar untuk mempromosikan idola mereka di papan iklan di Times Square New York, misalnya.

Di sisi lain, mereka juga beralih ke aktivisme politik, dengan memanfaatkan masifnya jumlah mereka untuk melawan tagar media sosial oleh penentang gerakan Black Lives Matter musim panas lalu. Hal ini pula yang semakin membuat pemerintah China khawatir dan dapat berdampak buruk pada nilai-nilai yang ditanamkan oleh budaya dan negara China.

img
Clarissa Ethania
Reporter
img
Fathor Rasi
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan