logo alinea.id logo alinea.id

Usai larangan AS, Panasonic tangguhkan bisnis dengan Huawei

Bisnis Panasonic dengan Huawei melibatkan pasokan komponen elektronik.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 23 Mei 2019 11:34 WIB
Usai larangan AS, Panasonic tangguhkan bisnis dengan Huawei

Panasonic mengumumkan telah menangguhkan pengiriman sejumlah komponen tertentu ke Huawei untuk mematuhi larangan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.

"Untuk sementara, Panasonic menghentikan transaksi dengan Huawei dan 68 afiliasinya yang tercakup dalam larangan AS," kata juru bicara perusahaan Joe Flynn, Kamis (23/5).

Flynn mengatakan bisnis Panasonic dengan Huawei melibatkan pasokan komponen elektronik.

Pembatasan yang diberlakukan Washington memengaruhi Panasonic karena perusahaan Jepang itu memproduksi sejumlah komponen mereka di AS. Komponen itu nantinya disuplai ke sejumlah perusahaan telekomunikasi, termasuk Huawei.

Panasonic, yang memproduksi berbagai perangkat untuk ponsel pintar, mobil dan peralatan otomasi pabrik, tidak memberikan detail mengenai komponen jenis apa yang mereka tangguhkan bagi Huawei.

Keputusan itu meningkatkan tekanan terhadap Huawei setelah Presiden AS Donald Trump pekan lalu melarang perusahaan-perusahaan AS menggunakan peralatan telekomunikasi asing yang dianggap dapat membahayakan keamanan nasional.

Banyak yang menilai langkah itu ditujukan kepada Huawei, meskipun Gedung Putih mengatakan tidak ada perusahaan atau negara tertentu yang menjadi target. Keputusan AS mendorong sejumlah perusahaan menangguhkan bisnis dengan Huawei, termasuk raksasa internet, Google.

Suspensi sementara

Sponsored

Raksasa telekomunikasi, EE, dijadwalkan untuk merilis ponsel 5G Huawei pertama di Inggris. Namun, akibat pelarangan AS, EE memutuskan untuk membatalkannya.

"Perusahaan telah menghentikan peluncuran ponsel jaringan 5G Huawei sampai kami mendapatkan informasi, kepercayaan, serta keamanan jangka panjang bagi para pelanggan kami," jelas CEO EE Marck Allera.

Vodafone segera mengikuti langkah EE dan mengumumkan penangguhan pemesanan ponsel 5G Huawei.

Selain itu, perusahaan Inggris, ARM, yang merancang prosesor yang digunakan di sebagian besar perangkat seluler, akan memutuskan hubungan dengan Huawei.

"ARM menangguhkan semua kontrak aktif dan keterlibatan dengan Huawei," jelas pernyataan perusahaan itu.

Pada Rabu (22/5), Huawei mengatakan pihaknya menyadari tekanan yang diberikan kepada para pemasoknya dan berharap situasi ini dapat segera diselesaikan.

Pembatasan yang diberlakukan oleh Trump secara efektif melarang perusahaan-perusahaan AS untuk berbisnis dengan Huawei. Namun, pekan ini, para pejabat AS mengeluarkan penangguhan hukuman 90 hari atas larangan tersebut. Mereka mengatakan hal itu dilakukan karena perlunya keringanan untuk menghindari terjadinya gangguan besar.

Kementerian Perdagangan AS juga mengumumkan larangan efektif terhadap perusahaan AS yang menjual atau mentransfer teknologi dalam negeri ke Huawei.

Washington telah lama mencurigai adanya hubungan antara Huawei dan militer China, dan langkah AS terhadap perusahaan itu terjadi di tengah-tengah perang dagang besar antara dua raksasa ekonomi tersebut. (CNBC dan Channel News Asia)