sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Vaksin SinoVac siap didistribusikan awal 2021

24.000 orang berpartisipasi dalam uji klinis CoronaVac di Brasil, Turki, dan Indonesia.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Jumat, 25 Sep 2020 09:55 WIB
Vaksin SinoVac siap didistribusikan awal 2021
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 557.877
Dirawat 77.969
Meninggal 17.355
Sembuh 462.553

Perusahaan farmasi China pada Kamis (24/9) mengatakan, vaksin coronavirus yang dikembangkannya seharusnya siap untuk didistribusikan ke seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, pada awal 2021.

CEO SinoVac Yin Weidong, berjanji untuk mengajukan permohonan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat. untuk menjual CoronaVac di Amerika Serikat jika berhasil melewati pengujian ketiga dan terakhir pada manusia. Yin mengatakan dia secara pribadi telah diberi vaksin percobaan.

“Pada awalnya, strategi kami dirancang untuk China dan Wuhan. Setelah itu pada Juni dan Juli kami menyesuaikan strategi kami, yaitu menghadapi dunia,” kata Yin, merujuk pada kota di China tempat virus pertama kali muncul.

“Tujuan kami adalah memberikan vaksin kepada dunia termasuk AS, Uni Eropa, dan lainnya,” kata Yin.

Peraturan ketat di AS, Uni Eropa, Jepang, dan Australia secara historis memblokir penjualan vaksin China. Namun, Yin berkata hal tersebut bisa berubah.

SinoVac sedang mengembangkan salah satu dari empat kandidat vaksin teratas China bersama dengan SinoPharm milik negara, yang memiliki dua dalam pengembangan, dan perusahaan swasta yang berafiliasi dengan militer, CanSino.

Yin mengatakan lebih dari 24.000 orang berpartisipasi dalam uji klinis CoronaVac di Brasil, Turki, dan Indonesia, dengan uji coba tambahan dijadwalkan untuk Bangladesh dan mungkin Chili. 

“SinoVac memilih negara-negara tersebut karena mereka semua memiliki wabah yang serius, populasi yang besar dan kapasitas penelitian dan pengembangan yang terbatas,” tambahnya.

Sponsored

Dia berbicara kepada wartawan selama tur di pabrik SinoVac di Selatan Beijing. Dibangun dalam beberapa bulan dari nol, pabrik dirancang untuk memungkinkan SinoVac memproduksi setengah juta dosis vaksin setahun.

Fasilitas bio-secure sudah sibuk pada hari Kamis (24/9) mengisi botol-botol kecil dengan vaksin dan mengemasnya. Perusahaan memproyeksikan mampu memproduksi beberapa ratus juta dosis vaksin pada Februari atau Maret tahun depan.

SinoVac juga mulai menguji dosis kecil CoronaVac pada anak-anak dan orang tua di China setelah melihat peningkatan jumlah kasus secara global di antara kedua kelompok tersebut.

Yin mengatakan perusahaan akan memprioritaskan distribusi vaksin ke negara-negara yang menjadi tuan rumah uji coba CoronaVac pada manusia.

Sementara vaksin belum lulus uji klinis fase 3, standar yang diterima secara global, SinoVac telah menyuntikkan ribuan orang di China dalam ketentuan penggunaan darurat.

Yin mengatakan dia adalah salah satu orang pertama yang menerima vaksin eksperimental berbulan-bulan lalu, bersama dengan para peneliti setelah fase satu dan dua percobaan pada manusia tidak menunjukkan efek samping yang serius. Menyuntik sendiri menunjukkan dukungannya terhadap CoronaVac.

“Ini semacam tradisi perusahaan kami,” kata Yin, menambahkan bahwa dia telah melakukan hal yang sama dengan vaksin hepatitis yang sedang dikembangkan.

Awal tahun ini, China mengizinkan "penggunaan darurat" kandidat vaksin untuk populasi berisiko seperti personel perbatasan dan pekerja medis jika perusahaan dapat menunjukkan "keamanan yang baik dan antibodi yang baik" dari tes terhadap sekitar 1.000 orang, kata Yin.

SinoVac menerima persetujuan itu pada Juni bersama dengan SinoPharm dan CanSino, dan mampu memberikan puluhan ribu dosis CoronaVac kepada pemerintah Kota Beijing.

Karyawan SinoVac memenuhi syarat untuk penggunaan darurat vaksin karena wabah di dalam perusahaan akan melumpuhkan kemampuannya untuk mengembangkan vaksin. Sekitar 90% dari staf perusahaan telah menerimanya.

“Kami yakin bahwa penelitian kami terhadap vaksin Covid-19 dapat memenuhi standar negara-negara AS dan UE,” kata Yin.

Sumber: AP News

Berita Lainnya