sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Varian Delta dorong lonjakan kasus di China

Otoritas kesehatan China sejauh ini mencatat, varian Delta terdeteksi di 14 dari 32 provinsi.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 02 Agst 2021 15:11 WIB
Varian Delta dorong lonjakan kasus di China

China menghadapi penyebaran Covid-19 terluas sejak virus itu muncul pada akhir 2019. Hal ini disebabkan oleh varian Delta yang disebut lebih menular. 

Otoritas kesehatan nasional sejauh ini mencatat, varian Delta terdeteksi di 14 dari 32 provinsi.

Walaupun keseluruhan kasus infeksi, yang berjumlah lebih dari 300 kasus, masih jauh lebih rendah dibandingkan di negara lain, varian Delta dikhawatirkan telah gagal terdeteksi sejak lama dan kini menyebar secara lebih luas di dalam negeri.

Ini adalah tantangan terbesar bagi ekonomi terbesar kedua di dunia sejak Covid-19 pertama kali terdeteksi di Wuhan pada Desember 2019. Setelahnya, pemerintah China menerapkan sejumlah peraturan ketat termasuk pengujian massal, pelacakan kontak agresif, karantina, serta lockdown rutin.

Namun, kedatangan varian Delta yang lebih menular dinilai akan menjadi tantangan baru bagi kebijakan kesehatan negara tersebut. 

Sejumlah pakar menilai, varian tersebut baru-baru ini kemungkinan dapat menular secara luas akibat pelonggaran pembatasan sosial yang diterapkan di China yang sebagian besar telah bebas Covid-19 selama berbulan-bulan.

Pelonggaran pembatasan bersama dengan peningkatan perjalanan selama liburan musim panas dinilai telah menciptakan skenario yang sempurna bagi varian Delta untuk berkembang biak di dalam negeri.

Kasus infeksi yang terdeteksi sejak dini datang melalui penerbangan luar negeri dari Moskow ke Nanjing di China timur pada pertengahan Juli.

Sponsored

China melaporkan 99 infeksi pada Senin (2/8), termasuk 44 orang yang dites positif tetapi tidak memiliki gejala. Dengan jumlah kasus yang tercatat, ini adalah wabah terbesar sejak lonjakan infeksi di Hebei pada Januari, ketika 2.000 orang terinfeksi.

Masih belum pasti apakah tingkat vaksinasi negara itu, yang mendekati 60% dan termasuk yang tertinggi di dunia, dapat memperlambat penyebaran varian Delta dan mencegah penyakit serius serta kematian. Sebagian besar dari mereka yang terinfeksi di Nanjing telah divaksin.

Vaksin tampaknya melindungi penderita terhadap gejala penyakit serius. Sejauh ini, hanya 4% dari mereka yang terinfeksi berjuang melawan penyakit parah.

Seluruh jenis vaksin Covid-19 dinilai masih kurang efektif untuk menangani varian Delta. Pekan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) kembali menerapkan kebijakan lama dan meminta orang yang divaksinasi penuh untuk kembali mengenakan masker di dalam ruangan di tempat-tempat di mana infeksi meningkat. 

Sumber : Bloomberg

Berita Lainnya