sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Waka Badan BKSAP DPR minta Kemlu panggil Dubes Prancis

Untuk meminta klarifikasi dan menyatakan tidak setuju atas pernyataan rasis Presiden Macron.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 27 Okt 2020 09:46 WIB
Waka Badan BKSAP DPR minta Kemlu panggil Dubes Prancis
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Mardani Ali Sera mengecam pernyataan rasis Presiden Prancis Emmanuel Jean-Michel Frederic Macron terkait Islam, umat muslim, dan Nabi Muhammad.

Bagi Mardani, pernyataan itu sebagai bentuk islamophobia dan merusak keharmonisan umat beragama di dunia.

"Indonesia menyatakan Islam dihubungkan dengan separatisme dan mengolok-olok Nabi Muhammad SAW. Saya mengecam Presiden Macron melalui pernyataannya yang rasis," kata Mardani, dalam keterangannya, Selasa (27/10).

Anggota Komisi II DPR ini, menganggap ujaran tersebut merupakan benih kebencian terhadap kaum minoritas muslim di sana.

"Prancis sebagai negara yang sekuler dan menghormati kebebasan beragama. Tidak pantas Islamophobia dilancarkan pemimpin negeri itu. Penggambaran Nabi Muhammad ini sangat menyinggung umat islam," katanya.

Kendati demikian, Mardani berharap Kemenlu segera memanggil Duta besar Prancis di Indonesia untuk meminta klarifikasi dan menyatakan tidak setuju atas pernyataan rasis Presiden Macron. Baginya, Indonesia dapat mengambil peran untuk perkenalkan Islam damai.

"Kita bisa mengambil peran menjadi ligatur memperkenalkan Islam yang damai, sehingga harmoni menciptakan perdamaian abadi dan keadilan sosial," ujar Mardani.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Jean-Michel Frederic Macron melontarkan pernyataan kontroversial. Dia menyebut Islam merupakan sumber segala aksi terorisme di dunia ini. Macron juga menganggap peristiwa pemenggalan terhadap guru sebagai penyerangan yang dilakukan terorisme Islam.

Sponsored

Tak hanya itu, Macron juga menyebut Islam tengah mengalami krisis. Dia juga menuding Islam bertekad mengubah nilai-nilai liberalisme dan sekularisme di Prancis.

Berita Lainnya