sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wang Yi minta Biden pulihkan hubungan dengan China

China mengungkapkan kemarahan atas kebijakan luar negeri yang diterapkan oleh Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 19 Des 2020 11:21 WIB
Wang Yi minta Biden pulihkan hubungan dengan China
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Jumat (18/12) mendesak presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, untuk kembali menjalin hubungan yang sehat dengan Tiongkok.

Dia meminta bantuan Biden untuk memulihkan hubungan bilateral ke jalur yang benar dan kembali membangun rasa saling percaya antara kedua negara.

Lebih lanjut, Wang mengungkapkan kemarahan Beijing atas kebijakan luar negeri yang diterapkan oleh Washington dalam beberapa tahun terakhir.

Dia berharap akan ada perbedaan signifikan dalam masa pemerintahan Biden, yang secara resmi akan dilantik pada 20 Januari 2021.

"Kami telah mencatat empat prioritas yang ditetapkan oleh presiden terpilih, Joe Biden. Kami percaya bahwa setidaknya tiga di antaranya, yakni respons terhadap Covid-19, pemulihan ekonomi, serta perubahan iklim, memberikan ruang untuk kerja sama antara kedua negara kami," kata Menlu Tiongkok.

Dia menambahkan, China berharap kedua negara dapat memperluas kerja sama dan mengelola perbedaan melalui dialog.

Terkait pandemi Covid-19, diplomat top China itu menyarankan agar kedua pihak berkolaborasi dalam produksi alat pelindung diri (APD), penelitian terkait vaksin, serta mendukung respons Covid-19 negara lain.

Dia juga menyambut baik pernyataan Biden bahwa AS akan kembali ke Persetujuan Paris (Paris Agreement) tentang perubahan iklim dan mengusulkan untuk memperkuat dialog makroekonomi.

Sponsored

Menlu Wang menekankan pentingnya dua ekonomi terbesar dunia memiliki pandangan yang benar tentang satu sama lain. Dia kemudian mengulangi janji Beijing untuk tidak pernah mencari hegemoni atau mencampuri urusan internal negara lain.

Wang mengatakan keputusan pemerintahan Donald Trump untuk menghadapi China di berbagai bidang mengarah ke jalan yang salah.

"China bukanlah ancaman bagi dan tidak akan menjadi ancaman bagi AS," tegasnya.

Dia memperingatkan serangan pemerintahan Trump terhadap Partai Komunis China tidak akan berhasil.

Lebih lanjut dia menyebut, jika kebijakan AS di Beijing adalah untuk merombak atau bahkan menumbangkan China, itu tidak akan dapat dicapai.

"Penting agar kebijakan AS terhadap China dikembalikan ke objektivitas dan sensibilitas secepat mungkin," sambung dia.

Dalam kesempatan yang sama, Wang juga membela kebijakan China di Xinjiang dan Tibet, dengan mengatakan mereka tidak tunduk pada campur tangan asing dan bahwa sanksi AS atas masalah ini didasarkan pada "informasi palsu" serta melanggar hukum internasional.

"Sebagai negara berdaulat yang merdeka, China tentu harus merespons," katanya.

Menlu Wang mengkritik perluasan sanksi internasional yang diterapkan oleh pemerintahan Trump baru-baru ini terhadap perusahaan dan individu China, serta pembatasan beberapa warga Tiongkok untuk bepergian dan belajar di AS untuk alasan keamanan.

"Dengan memandang semua mahasiswa, ahli, dan cendekiawan asal China di AS sebagai tersangka mata-mata sebenarnya mengatakan lebih banyak tentang mentalitas para penuduh dan kurangnya kepercayaan diri mereka," ujar Wang. "China tidak berniat untuk berkelahi dengan AS, baik dalam diplomasi, media, atau bidang lainnya." (South China Morning Post)

Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya