logo alinea.id logo alinea.id

Warga Myanmar dan Thailand didakwa selundupkan warga Rohingya

Mereka yang didakwa terdiri dari kapten dan awak kapal yang mengangkut 65 warga Rohingya.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 13 Jun 2019 13:13 WIB
Warga Myanmar dan Thailand didakwa selundupkan warga Rohingya

Pada Rabu (12/6), pihak berwenang Thailand mendakwa kapten dan awak kapal yang membawa 65 warga Rohingya. Otoritas menuduh mereka berupaya melakukan imigrasi ilegal.

Kapal yang mengangkut 29 pria, 31 wanita, dan lima anak-anak itu ditemukan terdampar di Pulau Rawi, Provinsi Satun, Selasa (11/6). Kepolisian setempat menyatakan bahwa kapal tersebut terdampar karena mengalami masalah mesin.

Para awak kapal yang terdiri dari lima warga negara Myanmar dan kapten asal Thailand dituduh membantu warga negara asing untuk masuk ke Thailand secara ilegal.

"Kami mendakwa tersangka warga Thailand dan Myanmar dengan tuduhan telah membantu imigran masuk secara ilegal," kata pejabat kepolisian Thailand Suchart Thirasawat.

Jika dinyatakan bersalah, kapten dan awak kapal itu terancam dijatuhkan hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Suchart menyampaikan, 65 warga Rohingya tersebut telah diamankan untuk sementara waktu selama pihak berwenang menyelidiki kasus ini lebih lanjut.

"Kami belum mengajukan tuntutan terhadap warga Rohingya dan masih berupaya menentukan apakah mereka korban perdagangan manusia atau bukan," jelasnya.

Beberapa waktu belakangan, sejumlah warga Rohingya telah mencoba untuk masuk ke Malaysia menggunakan kapal.

Sponsored

"Berdasarkan apa yang kita ketahui sejauh ini, warga Rohingya ini berasal dari daerah perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh dan mereka hendak pergi ke Malaysia," kata Gubernur Provinsi Satun Jaruwat Kliangklao.

Myanmar menganggap Rohingya sebagai migran ilegal dan telah menempatkan puluhan ribu orang di kamp-kamp yang luas di negara bagian Rakhine. Mereka dipisahkan dari populasi Buddha Rakhine sejak kekerasan melanda daerah itu pada 2012.

Kekerasan telah mendorong puluhan ribu warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar melalui laut, suatu eksodus yang memuncak pada 2015 ketika sekitar 25.000 orang menyeberangi Laut Andaman ke Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Banyak di antaranya yang tenggelam karena perahu yang tidak aman dan kelebihan muatan.

Menurut badan-badan PBB, lebih dari 700.000 Rohingya melarikan diri ke Bangladesh pada tahun 2017 setelah tentara Myanmar melancarkan operasi militer. (Channel News Asia)