sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

WHO berdiskusi dengan Rusia soal vaksin Covid-19

Pekan lalu, Rusia menjadi negara pertama di dunia yang melisensikan vaksin Covid-19.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 21 Agst 2020 14:16 WIB
WHO berdiskusi dengan Rusia soal vaksin Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 389.712
Dirawat 62.649
Meninggal 13.299
Sembuh 313.764

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang berdiskusi dengan Rusia untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang vaksin Covid-19 mereka yang diberi nama Sputnik V.

Hal itu tampaknya terkait dengan rencana pemerintah Rusia menyuntikkan vaksin tersebut kepada sekitar 40.000 orang pada pekan depan untuk pengujian lebih lanjut.

Pekan lalu, Rusia menjadi negara pertama di dunia yang melisensikan vaksin Covid-19 setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan persetujuannya menjelang uji coba tahap ketiga.

Pejabat Rusia mengklaim vaksin tersebut akan memberikan kekebalan yang tahan lama terhadap Covid-19 tetapi mereka tidak memberikan bukti lebih lanjut untuk mendukung klaimnya.

Pada Kamis (20/8) terungkap, beberapa pengujian skala besar akan dilanjutkan setelah Sputnik V resmi diluncurkan. Sekitar 40.000 akan diberi vaksin itu mulai minggu depan dalam tes yang disupervisi oleh badan penelitian asing.

Pejabat WHO, Catherine Smallwood, mengatakan WHO telah memulai diskusi langsung dengan Rusia mengenai informasi yang diperlukan agar WHO dapat melakukan penilaian terhadap Sputnik V.

"Kami tidak melakukan pekerjaan yang terburu-buru untuk mencoba mengambil kesimpulan," kata Smallwood. "Kami ingin meluangkan waktu untuk benar-benar memahami di mana vaksin itu berada dan mendapatkan informasi lengkah tentang langkah-langkah yang telah diambil."

Direktur WHO untuk Eropa Hans Kluge menyatakan, menyambut baik semua kemajuan dalam pengembangan vaksin yang tunduk pada aturan uji klinis.

Sponsored

Rusia sejauh ini mencatat 942.106 kasus positif Covid-19, termasuk 16.099 kematian dan 755.513 pasien yang dinyatakan sembuh.

Kasus infeksi coronavirus jenis baru di Rusia merupakan yang tertinggi keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Brasil, dan India. (The Guardian)

Sumber : The Guardian

Berita Lainnya