sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

WHO: Coronavirus berpotensi jadi pandemi

Masih terlalu dini, menurut WHO, untuk mendeklarasikan wabah coronavirus jenis baru sebagai pandemi.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 25 Feb 2020 12:59 WIB
WHO: Coronavirus berpotensi jadi pandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23165
Dirawat 15870
Meninggal 1418
Sembuh 5877

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dunia harus berbuat lebih banyak untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan wabah coronavirus jenis baru menjadi pandemi.

WHO menyebut, masih terlalu dini untuk mendeklarasikan wabah tersebut sebagai pandemi. Namun, mereka menekankan agar negara-negara tetap berada dalam fase kesiapsiagaan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Senin (24/2) mengatakan bahwa jumlah kasus baru dalam beberapa hari terakhir di Iran, Italia, dan Korea Selatan sangat memprihatinkan.

"Apakah virus ini memiliki potensi berkembang menjadi pandemi? Sangat bisa," tutur dia. "Tapi menggunakan kata 'pandemi' untuk mendeskripsikan keadaan sekarang tidak sesuai fakta dan dapat menyebabkan ketakutan."

Dia menekankan bahwa pesan utama yang dapat memberi semua negara harapan, keberanian, dan kepercayaan diri adalah bahwa coronavirus dapat diatasi.

Kepala Program Darurat Kesehatan WHO Mike Ryan menyatakan bahwa sekarang saatnya untuk melakukan segala upaya dalam mempersiapkan diri menghadapi pandemi.

Pandemi adalah ketika penyakit menular atau epidemi menyebar dengan cepat ke banyak bagian dunia. Wabah H1N1, yang menewaskan ratusan ribu orang, dikategorikan sebagai pandemi oleh WHO pada 2009.

Sejauh ini, coronavirus jenis baru telah menginfeksi lebih dari 79.000 orang di seluruh dunia, di mana lebih dari 77.000 di antaranya berada di China daratan. Ada pun lebih dari 1.200 kasus dikonfirmasi di sekitar 30 negara di berbagai benua termasuk Amerika Serikat, Australia, Nepal, Sri Lanka, Uni Emirat Arab, dan Singapura.

Sponsored

Pasar saham di seluruh dunia mengalami penurunan tajam menyusul kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari coronavirus jenis baru.

Pemerintah China mengumumkan akan menunda pertemuan tahunan Kongres Rakyat Nasional pada bulan depan untuk melanjutkan upaya nasional melawan coronavirus. Lembaga negara tersebut telah rutin bertemu setiap tahun sejak 1978. (BBC)

Berita Lainnya