sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

WHO: Korea Utara belum mengonfirmasi kasus Covid-19

Kemenkes Korea Utara mengklaim memiliki kapasitas memadai untuk menjalankan tes Covid-19.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 08 Apr 2020 13:13 WIB
WHO: Korea Utara belum mengonfirmasi kasus Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25773
Dirawat 17185
Meninggal 1573
Sembuh 7015

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (7/4) mengatakan bahwa Korea Utara hingga kini masih belum mengonfirmasi adanya kasus Covid-19. Pyongyang menyatakan, mereka terus melakukan pengujian dan mengarantina lebih dari 500 orang.

Perwakilan WHO untuk Korea Utara Edwin Salvador menuturkan bahwa Kementerian Kesehatan Korea Utara secara rutin memberikan pihaknya informasi terbaru mengenai perkembangan Covid-19.

Kemenkes Korea Utara mengklaim memiliki kapasitas memadai untuk menjalankan tes Covid-19 di laboratorium rujukan di Ibu Kota Pyongyang.

"Per 2 April, 709 orang, terdiri dari 11 orang asing dan 698 warga Korea Utara, telah menjalani tes Covid-19. Sejauh ini, belum ada laporan kasus positif," jelas Salvador.

Dia menambahkan, ada 509 orang yang dikarantina, dua merupakan orang asing dan sisanya penduduk Korea Utara.

"Sejak 31 Desember, 24.842 orang telah dibebaskan dari karantina. Dari jumlah tersebut, sebanyak 380 adalah orang asing," lanjut dia.

Menurut WHO, Korea Utara telah menerima PCR (Polymerase Chain Reaction) diagnostic kit dari sekutunya, China, pada Januari. PCR atau tes swab adalah salah satu metode pemeriksaan Covid-19 yang dilakukan dengan mengambil sampel cairan dari saluran pernapasan. Peneliti di laboratorium kemudian akan mencari genom virus dalam sampel yang diambil dari jaringan tubuh.

Sementara itu, WHO juga telah mengirim pasokan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja medis Korea Utara.

Sponsored

WHO menyebut bahwa pada Februari, Korea Utara melaporkan telah memeriksa hampir 7.300 pelancong selama periode enam minggu. Kemenkes mengatakan, 141 pendatang dengan gejala demam telah dites negatif coronavirus jenis baru.

Sejumlah aktivis hak asasi manusia menyerukan pencabutan sanksi internasional terhadap Korea Utara untuk memastikan bahwa pasokan makanan tersedia bagi rakyat yang terdampak pandemik Covid-19.

Beberapa pakar menyatakan keraguan bahwa Korea Utara belum mendeteksi satu pun kasus positif coronavirus jenis baru. Terlebih lagi dua negara tetangganya, China dan Korea Selatan, terpukul oleh pandemik.

Namun, seorang diplomat Korea Utara menepis keraguan tersebut.

"Pemerintah kami menerapkan lockdown ... kami sangat waspada terhadap penyebaran virus ini," kata diplomat tersebut di Jenewa. "Sejauh ini kami tidak memiliki satu pun kasus infeksi."

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 16:49 WIB
Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Kamis, 28 Mei 2020 17:45 WIB
Berita Lainnya