sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

WHO: Krisis Covid-19 di Asia Pasifik jauh dari selesai

Kasus infeksi Covid-19 saat ini telah melampaui 785.000 di seluruh dunia, dengan AS, Italia, dan Spanyol telah menyalip Tiongkok.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 31 Mar 2020 14:42 WIB
WHO: Krisis Covid-19 di Asia Pasifik jauh dari selesai
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Krisis yang dipicu coronavirus jenis baru masih jauh dari selesai di kawasan Asia Pasifik, dan langkah-langkah saat ini untuk mengekang penyebaran virus hanya mengulur waktu bagi sejumlah negara untuk bersiap menghadapi transmisi komunitas skala besar. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang pejabat WHO pada Selasa (31/3).

"Bahkan dengan semua tindakan, risiko penularan di kawasan itu tidak akan hilang selama pandemik berlanjut," ujar Takeshi Kasai, Direktur Regional Pasifik Barat WHO.

Corona virus jenis baru pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada akhir 2019. Kasus infeksi Covid-19 saat ini telah melampaui 785.000 di seluruh dunia, dengan Amerika Serikat, Italia, dan Spanyol menyalip Tiongkok dalam kasus yang dikonfirmasi.

"Epidemi ini masih jauh dari selesai di Asia dan Pasifik. Ini akan menjadi pertempuran jangka panjang," terang Kasai dalam pengarahan media virtual. "Kita butuh agar setiap negara terus mempersiapkan terjadinya transmisi komunitas skala besar."

Kasai menggarisbawahi bahwa negara-negara dengan sumber daya terbatas adalah prioritas, seperti negara-negara di Kepulauan Pasifik mengingat mereka harus mengirim sampel ke negara lain untuk diagnosis. Pembatasan transportasi membuat kondisinya semakin sulit.

Selain itu, Kasai memperingatkan bagi negara-negara yang mengalami penurunan kasus infeksi agar tidak lengah atau virus mungkin akan datang kembali.

Penasihat teknis WHO Matthew Griffith menyebutkan bahwa WHO tidak melihat satu negara pun aman karena Covid-19 pada akhirnya akan menyebar ke mana-mana.

"Sementara negara-negara dan wilayah-wilayah di kawasan ini telah menunjukkan cara meratakan kurva, wabah terus bermunculan di tempat-tempat baru dan (kasus) impor tetap menjadi perhatian," ujar Griffith, mengutip kasus impor di Singapura dan Korea Selatan dari orang-orang yang bepergian ke luar negeri.

Sponsored

"Fokus sekarang di Eropa, tetapi itu kemungkinan akan bergeser ke daerah lain."

Amerika Serikat saat ini mencatat kasus Covid-19 tertinggi di dunia, yaitu melampaui 164.000. Dari jumlah itu, 3.170 meninggal dan lebih dari 5.500 orang sembuh.

Italia menduduki posisi kedua. Negara itu mendeteksi 101.739 kasus, di mana 11.591 di antaranya meninggal dan 14.620 orang pulih.

Spanyol mencatat 87.956 kasus, 7.716 di antaranya meninggal dan 16.780 orang sembuh.

China, negara yang menjadi tempat kemunculan pertama Covid-19, memiliki lebih dari 81.000 kasus. Dari jumlah itu, 3.309 orang meninggal termasuk empat orang di Hong Kong dan lebih dari 76.000 orang sembuh.

Negara Eropa lain yang mencatat kasus infeksi tinggi adalah Jerman, Prancis, Inggris, Swiss, Belgia, dan Belanda.

Jerman memiliki lebih dari 66.000 kasus positif Covid-19, Prancis lebih dari 44.000 kasus, Inggris lebih dari 22.000 kasus, Swiss 15.922 kasus, Belgia 11.899 kasus, dan Belanda lebih dari 11.00 kasus. (Reuters)

Berita Lainnya