sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

WHO minta Asia Tenggara agresif perangi Covid-19

WHO menekankan bahwa negara-negara di Asia Tenggara perlu berbuat lebih banyak dan lebih cepat.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 17 Mar 2020 20:27 WIB
WHO minta Asia Tenggara agresif perangi Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25773
Dirawat 17185
Meninggal 1573
Sembuh 7015

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (17/3) meminta negara-negara di Asia Tenggara untuk meningkatkan tindakan agresif memerangi coronavirus jenis baru atau Covid-19.

"Situasinya berkembang pesat. Kita perlu segera meningkatkan semua upaya untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari virus ini," tutur Direktur Asia Tenggara WHO Poonam Khetrapal Singh seperti dikutip dari keterangan resmi badan tersebut.

Singh menilai bahwa kasus positif di Asia Tenggara akan terus bertambah.

"Walaupun hal tersebut merupakan indikasi adanya pengawasan yang waspada dan efektif, itu juga menyoroti kebutuhan akan upaya yang lebih agresif untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut. Perlu berbuat lebih banyak dan dengan cepat," kata dia.

Singh menekankan bahwa yang terpenting adalah untuk melanjutkan upaya mendeteksi, menguji, merawat, mengisolasi, serta melacak jejak infeksi. Dia menyebut, tindakan kesehatan yang sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak antarmanusia juga krusial.

Dia mengatakan bahwa jika penularan komunitas terjadi, negara-negara perlu menyesuaikan respons mereka untuk memperlambat laju infeksi. Mekanisme darurat perlu ditingkatkan.

Lebih lanjut, Singh menuturkan, isolasi diri orang dengan gejala ringan akan terus menjadi intervensi masyarakat yang paling penting untuk mengurangi beban pada sistem kesehatan dan mengurangi penularan virus.

"Kita perlu bersiap menanggapi situasi demi mencegah penularan coronavirus jenis baru sedini mungkin untuk meminimalkan dampak virus yang telah merebak ke lebih dari 150 negara dan menyebabkan kerugian besar tersebut," tegas Singh. "Langkah agresif sangat dibutuhkan."

Sponsored
Berita Lainnya