sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

WHO: Nama resmi untuk coronavirus tipe baru adalah Covid-19

Lebih dari 45.000 orang di seluruh dunia terinfeksi coronavirus tipe baru.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 12 Feb 2020 09:18 WIB
WHO: Nama resmi untuk coronavirus tipe baru adalah Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan nama resmi untuk penyakit yang disebabkan oleh coronavirus tipe baru adalah Covid-19.

"Kita sekarang memiliki nama untuk penyakit ini dan namanya adalah Covid-19," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swiss.

Penamaan ini diumumkan setelah korban meninggal secara global akibat coronavirus tipe baru ini tembus 1.000, tepatnya 1.115. Ada pun 1.068 kematian di antaranya berada di Provinsi Hubei, pusat penyebaran coronavirus pada akhir 2019. Dua kematian terjadi di luar China daratan, yaitu di Hong Kong dan Filipina.

Sementara itu, berdasarkan data situs pelacak Johns Hopkins University lebih dari 45.000 orang di seluruh dunia terinfeksi coronavirus tipe baru.

Ghebreyesus meminta dunia untuk memerangi virus baru ini seagresif mungkin.

Para peneliti telah menyerukan penamaan resmi untuk coronavirus tipe baru demi menghindari kebingungan dan stigmatisasi kelompok atau negara mana pun.

"Kita harus menemukan nama yang tidak merujuk pada  geografis, hewan, individu, atau kelompok tertentu, yang dapat dilafalkan dan terkait dengan penyakit ini," tutur Ghebreyesus.

"Memiliki nama penting untuk mencegah penggunaan nama lain yang bisa tidak akurat atau menstigmatisasi. Ini juga memberi kita format standar untuk digunakan di masa depan."

Sponsored

Nama baru itu diambil dari kata "corona", "virus" dan "disease", dengan 19 merujuk pada 2019, tahun munculnya wabah itu. Wabah coronavirus tipe baru dilaporkan ke WHO pada 31 Desember.

Dalam beberapa hari terakhir, pihak berwenang Cina semakin dikritik karena penanganan krisis mereka ketika kasus coronavirus tipe baru pertama kali muncul.

Kematian dokter Li Wenliang yang memberi peringatan dini soal coronavirus tipe baru, namun kemudian dia ditekan oleh pihak berwenang untuk bungkam telah memicu kemarahan publik.

Beijing sekarang telah memecat sejumlah pejabat senior atas tindakan mereka untuk mengendalikan penyakit ini.

Sekretaris partai untuk Komisi Kesehatan Hubei, dan ketua komisi kesehatan provinsi itu, termasuk di antara mereka yang kehilangan pekerjaan. Mereka adalah pejabat paling senior yang diturunkan pangkatnya sejauh ini.

Pemerintah pusat juga telah mengirim tim dari lembaga anti-korupsi tertinggi ke Hubei untuk menyelidiki perawatan Li Wenliang oleh polisi.

Ghebreyesus mengatakan masih ada peluang yang realistis untuk membendung coronavirus tipe baru jika sumber daya yang cukup dicurahkan untuk memeranginya.

Dia memuji tindakan yang diambil di China, yang menurutnya memperlambat penyebaran ke seluruh dunia. (BBC dan CNN)

Berita Lainnya