sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

WHO prediksi varian Delta terus dominasi laju infeksi

Varian Delta, yang pertama kali terdeteksi di India, kini telah tercatat di 124 wilayah di seluruh dunia.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 22 Jul 2021 12:31 WIB
WHO prediksi varian Delta terus dominasi laju infeksi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (21/7) menyatakan bahwa varian Delta yang sangat menular dari Covid-19 diperkirakan akan menjadi jenis virus yang dominan dalam beberapa bulan mendatang. 

Varian Delta, yang pertama kali terdeteksi di India, kini telah tercatat di 124 wilayah di seluruh dunia. Pekan lalu, varian tersebut hanya terdeteksi di 111 wilayah. 

"Diperkirakan bahwa vairan itu akan dengan cepat mendominasi atau menjadi garis keturunan dominan yang beredar selama beberapa bulan mendatang," kata WHO dalam pengarahan mingguannya.

Dari tiga varian kekhawatiran virus corona (VOC) lainnya, varian Alpha, yang pertama kali terdeteksi di Inggris, telah dilaporkan di 180 wilayah. Beta, pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, telah dilaporkan di 130 wilayah, serta Gamma, pertama kali terdeteksi di Brasil, di 78 wilayah.

"Bukti yang berkembang mendukung peningkatan transmisibilitas varian Delta dibandingkan dengan non-VOC. Namun, mekanisme yang tepat untuk peningkatan transmisibilitas masih belum jelas," kata WHO.

WHO, yang berbasis di Jenewa, mengatakan bahwa secara keseluruhan, 3,4 juta kasus Covid-19 baru dilaporkan dalam seminggu hingga 18 Juli. Angka ini mencatat peningkatan 12% dari minggu sebelumnya.

Lebih lanjut, organisasi tersebut menyatakan bahwa pada tingkat ini, jumlah kumulatif kasus yang dilaporkan secara global kemungkinan besar dapat melebihi 200 juta dalam tiga minggu ke depan.

WHO mengatakan, lonjakan penularan secara global tampaknya didorong oleh sejumlah faktor yakni varian yang lebih menular, relaksasi langkah-langkah kesehatan masyarakat, serta sejumlah besar orang yang belum divaksinasi.

Sponsored

Menurut laporan WHO, kasus infeksi Covid-19 naik 30% di wilayah Pasifik Barat dan naik 21% di wilayah Eropa.

Jumlah kasus baru tertinggi dilaporkan dari Indonesia (350.273 kasus baru, naik 44%), Inggris (296.447 kasus baru, naik 41%), dan Brasil (287.610 kasus baru, turun 14%). 

Sumber : Channel News Asia

Berita Lainnya