sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

WHO: Tak ada alasan setop penggunaan vaksin AstraZeneca

Sejumlah negara telah menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca akibat dugaan keterkaitan dengan kasus pembekuan darah.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 13 Mar 2021 16:39 WIB
WHO: Tak ada alasan setop penggunaan vaksin AstraZeneca

Komite penasihat ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pihaknya sedang memeriksa vaksin Covid-19 milik Oxford-AstraZeneca setelah beberapa negara menghentikan distribusinya.

Seorang juru bicara WHO, Margaret Harris, menyatakan sejauh ini tidak ada alasan untuk berhenti menggunakan vaksin tersebut.

Otoritas kesehatan di sejumlah negara, termasuk Denmark, Norwegia, dan Islandia telah menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca sebagai tanggapan atas laporan terkait kasus pembentukan gumpalan darah (trombosis) pada beberapa orang yang menerimanya.

Dalam sebuah pengarahan pada Jumat (12/3), Harris mengatakan AstraZeneca adalah vaksin yang sangat baik dan tidak ada hubungan sebab akibat antara obat itu dan masalah kesehatan yang dilaporkan.

"Sangat penting untuk dipahami bahwa, iya, kita harus terus menggunakan vaksin AstraZeneca," katanya.

Dia menambahkan, komite penasihat WHO untuk keamanan vaksin sedang meninjau laporan tersebut dan akan melaporkan temuannya.

Meskipun ada kekhawatiran di Eropa, pejabat kesehatan masyarakat di Kanada mengatakan mereka berniat untuk terus menggunakan vaksin AstraZeneca. Menteri Kesehatan Patty Hajdu menuturkan, vaksin itu telah ditinjau secara menyeluruh sebelum disetujui pada akhir Februari.

"Vaksin tersebut juga dianalisis dari perspektif kesehatan dan keselamatan, kami di Kanada tidak memiliki masalah dengan AstraZeneca yang kami terima," ungkapnya "Kami juga memantau sangat dekat ... setiap efek samping."

Sponsored

Kepala petugas kesehatan masyarakat Kanada, Theresa Tam, menyatakan keyakinannya pada vaksin tersebut, dengan mengatakan dia tidak akan ragu untuk menggunakannya jika ditawarkan. Tam juga menunjukkan bahwa Kanada memiliki batch vaksin yang berbeda, yang diproduksi di India, bukan di Eropa, dan belum melihat efek samping apa pun sejauh ini.

Kanada menerima pengiriman pertama vaksin minggu lalu, dengan dosis awal 500.000 dan akan menerima dosis 20 juta pada akhir musim semi.

Senada dengan Kanada, Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat mengumumkan negaranya akan terus menggunakan vaksin AstraZeneca. 

"Saya memercayai Therapeutic Goods Administration Australia (TGA) dan saran yang mereka berikan kepada saya," katanya.

Di sisi lain, Thailand telah menunda penggunaan vaksin AstraZeneca. Negara itu awalnya dijadwalkan untuk mulai menggunakannya pada Jumat.

Sumber : The Guardian

Berita Lainnya