sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ada perubahan perilaku belanja konsumen selama pandemi Covid-19

Sebagian besar responden memilih mengerem belanja, paling tidak hingga enam bulan ke depan.

Ghalda Anisah
Ghalda Anisah Kamis, 15 Okt 2020 07:33 WIB
Ada perubahan perilaku belanja konsumen selama pandemi Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Pandemi Covid-19 telah menghantam seluruh sendi ekonomi Indonesia. Hotel-hotel sunyi dan pusat perbelanjaan sepi pengunjung. Menurut Kementerian Ketenagakerjaan, lebih dari 3,5 juta orang telah kehilangan pekerjaan selama pandemi. Tingkat pengangguran yang sempat turun ke posisi 6,8 juta orang pada Februari 2020, naik melampaui 10 juta orang hanya dalam waktu enam bulan. 

Dalam survei yang dilakukan secara daring selama dua minggu pada pertengahan Juni 2020, Bank DBS Indonesia mengeksplorasi perubahan perilaku belanja konsumen selama pandemi Covid-19.

Untuk beradaptasi dengan perubahan ekonomi akibat pandemi Covid-19, menurut survei Bank DBS Indonesia, sebagian besar responden memilih mengerem belanja, paling tidak hingga enam bulan ke depan.

“Pendapatan mereka sebagian besar ditabung dan diinvestasikan daripada dihabiskan untuk belanja barang-barang atau pun beraktivitas,” demikian temuan riset Bank DBS Indonesia yang bertajuk “Indonesia Consumption Basket” dalam keterangan tertulis yang diperoleh Alinea.id, Rabu (14/10). 

Survei Bank DBS Indonesia mengungkapkan, ada lima temuan kunci saat melakukan survei terhadap lebih dari 500 responden yang mayoritas berasal dari Pulau Jawa, termasuk Jakarta dan sebagian kecil luar Pulau Jawa.

Hasilnya, terdapat perubahan sikap masyarakat terhadap kesehatan, yakni lebih fokus terhadap kebutuhan rumah, memilih untuk memasak makanan sendiri, dan beralih berbelanja melalui platform e-commerce. Ada pun belanja kebutuhan sehari-hari secara tradisional pun ikut berubah.

“Responden menyebutkan bahwa kesehatan dan kebersihan adalah hal berharga dan terdapat perubahan cara pandang terhadap dua hal itu,” ungkap survei tersebut. Di mana sekitar 54% responden mengonsumsi lebih banyak vitamin dan suplemen.

Ada pun dalam hal makanan, 69% responden memilih mengonsumsi makanan yang dimasak sendiri. Sekitar 84% responden memilih beraktivitas dari rumah. Mulai dari kerja, belajar dan aktivitas lainnya.

Sponsored

Perubahan perilaku belanja pun turut terlihat. Belanja online di situs e-commerce meningkat 66% setelah pandemi, di mana sebelum pandemi hanya 14%. Belanja di pusat perbelanjaan turun secara signifikan mencapai 24%, padahal sebelum pandemi Covid-19, 72% responden memilih belanja di toko.

Belanja kebutuhan sehari-hari ke pasar tradisional pun terjun bebas. Responden memilih menggunakan platform aplikasi belanja sembako karena akses membeli produk segar di pasar terkendala pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Juga, adanya peningkatan kesadaran akan kebersihan.

Aplikasi toko online sebagai tempat pilihan responden untuk berbelanja naik tujuh kali lipat dari tiga persen sebelum pandemi menjadi 21%. Mereka yang masih berbelanja ke pasar tradisional turun tajam menjadi 30% dari 52% sebelum pandemi.

Berita Lainnya