sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ada upaya industri rokok agar prospektif akali bisnisnya

Meskipun ada aturan soal pelarangan iklan rokok, peningkatan prevalensi perokok anak semakin meningkat.

Armidis
Armidis Sabtu, 09 Mar 2019 16:30 WIB
Ada upaya industri rokok agar prospektif akali bisnisnya

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Kesehatan Sitti Himawatty melihat, ada upaya industri rokok untuk mengakali agar bisnisnya tetap prospektif. Meskipun ada aturan soal pelarangan iklan rokok, peningkatan prevalensi perokok anak semakin meningkat.

"Terdapat iklan-iklan terselubung, bahkan yang kami temukan banyak industri rokok menggunakan tubuh anak untuk promosi itu mengunakan cognitive dissonance," kata Hikmawatty di d’Consulate Resto & Lounge, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3).

Menurut Sitti, dalam data KPAI, perokok anak mencapai 239.000 orang. Bahkan, ada 88% anak-anak di bawah 13 tahun yang mencoba merokok. Dalam temuan KPAI, perokok termuda berusia 9 bulan.

Terkait peningkatan jumlah perokok anak ini, Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia Abdillah Ahsan mengatakan, fakta tersebut merupakan gambaran kekalahan pemerintah untuk melindungi generasi muda dari ancaman industri rokok.

Tren di negara-negara lain, kata Abdillah, prevalensi perokok sedang mengalami penurunan. Hal ini justru terbalik dengan kondisi di Indonesia.

"Ini kekalahan pemerintah dan kemenangan industri rokok," kata dia.

Hal senada diungkapkan mantan Menteri Kesehatan (2012-2014) Nafsiah Mboi. Dia mengatakan, posisi pemerintah sangat ambigu saat memerangi ekspansi industri rokok.

Upaya pemerintah, kata Nafsiah, kerap berhadapan dengan pertentangan dalam kebijakan antara satu lembaga dengan lembaga lainnya. Jadi, pemerintah perlu mengupayakan jalan keluar yang komprehensif untuk mengatasi ancaman rokok terhadap anak.

Sponsored

"Tapi tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Posisi pemerintah seolah seperti tangan kanan dan kiri. Kanan memberi makan industri rokok, tapi sebelah kiri merampas hak anak," kata Nafsiah.