logo alinea.id logo alinea.id

AMI Awards 2019 angkat musik bahasa dunia

Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) ke-22 tahun 2019 mengusung tema Musik Bahasa Dunia.

Sukirno
Sukirno Rabu, 09 Okt 2019 07:11 WIB
AMI Awards 2019 angkat musik bahasa dunia

Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) ke-22 tahun 2019 mengusung tema yang masih berkesinambungan dengan tema-tema sebelumnya yaitu Musik Bahasa Dunia.

Ketua Umum Yayasan Anugerah Musisi Indonesia (YAMI), Dwiki Dharmawan mengatakan, AMI Awards 2019 digelar untuk memberikan apresiasi pada pelaku industri musik Tanah Air. 

"Tema itu tercipta berkat adanya karya-karya musisi Indonesia semakin menunjukkan kualitas yang bisa bersaing dengan karya musisi luar negeri dan bahkan sudah banyak dinikmati oleh penggemar musik di mancanegara," ungkap Dwiki Dharmawan dalam jumpa wartawan di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (8/10).

YAMI melalui Dwiki juga menyatakan akan terus berkomitmen untuk berkiprah lebih aktif demi memberikan kontribusi pada kemajuan industri musik Tanah Air dengan meningkatkan aspek kualitas maupun kuantitas. Hal ini mengingat industri musik Indonesia telah mengalami perubahan yang signifikan di era digital.

"Kami (YAMI) ingin menjadi jembatan untuk musisi indonesia agar dapat bersinar di mancanegara, saat ini dunia berada di genggaman tangan kita melalui musik. Sudah saatnya sekarang insan musik Indonesia lebih maju dan lebih kreatif lagi serta lebih bisa berdiri dalam playlist yang sama dengan musisi mancanegara," kata Dwiki Dharmawan.

Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas, Dwiki menyampaikan bahwa amggota YAMI terbagi menjadi dua kategori yaitu Anggota Reguler dan Anggota Swara.

Anggota YAMI sendiri pada saat ini berjumlah 2.754 anggota dan tergabung dengan AMI. 

Dwiki menjelaskan Anggota Reguler bertugas dan memiliki hak untuk menetukan para calon nominasi yang akan dinilai oleh dewan juri, sedangkan untuk Anggota Swara diisi oleh para pelaku industri musik seperti komposer, produser, penata musik, dan lain sebagainya. 

Sponsored

"Mereka semua memiliki tugas menentukan calon nominasi dan sekaligus penerima penghargaan," jelas Dwiki.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Kategori YAMI Syahrani menjelaskan penilaian pada tahun ini sudah menggunakan sistem daring (online), sehingga lebih memudahkan para musisi untuk mendaftarkan karya-karyanya.

"Meski kami sudah menerapkan sistem online, kami juga tetap melakukan pertemuan guna memasukkan dan berdiskusi kategori yang cocok untuk musisi yang mendaftarkan karya-karyanya," kata Syahrani.

Pengumpulan karya untuk AMI Awards 2019 berlangsung sejak Juli 2018 hingga Juni 2019. Semua data yang terkumpul kemudian akan dibawa dalam sidang kategorisasi, yang akan menempatkan semua lagu pada genre masing-masing dan sekaligus menentukan kategorisasi yang akan dinilai oleh pakar dan disebarkan ke seluruh anggota YAMI untuk melakukan voting secara daring.

"Kami sudah bekerja keras meningkatkan layanan, semoga semua proses dapat dijalankan secara fair, transparan, dan berintegrasi sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik," kata Dwiki Dharmawan. (Ant)