logo alinea.id logo alinea.id

Antologi Rasa: Cinta segi empat bankir yang rumit

Kisahnya berkutat pada tiga tokoh utama, yakni Harris (Herjunot Ali), Keara (Carissa Perusset), dan Ruly (Refal Hady).

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 15 Feb 2019 20:32 WIB
Antologi Rasa: Cinta segi empat bankir yang rumit

Novel metropop karya Ika Natassa, Antologi Rasa, diangkat ke layar lebar dan tayang persis di Hari Valentine, 14 Februari 2019. Sebelum Antologi Rasa, novel karya Ika lainnya, yakni Critical Eleven (2017) juga pernah difilmkan.

Cinta segi empat

Film hasil garapan sutradara Rizal Mantovani ini berdurasi 108 menit. Digarap selama empat bulan.

Kisahnya berkutat pada tiga tokoh utama, yakni Harris (Herjunot Ali), Keara (Carissa Perusset), dan Ruly (Refal Hady). Mereka bertiga berprofesi sebagai bankir, dan terikat tali persahabatan.

Antologi Rasa dimulai dengan adegan Keara dan Harris yang berada di dalam pesawat menuju Singapura. Saat itu, Keara bernarasi, berharap Ruly ikut berlibur bersamanya. Keara pun menyebutkan, dia punya perasaan kepada Ruly.

Namun, Keara tahu, rasa yang dia miliki tak berbalas, karena Ruly menyukai Denise (Atikah Suhaime) yang sudah membina rumah tangga. Harris pun bernarasi, dengan pengakuan dia punya rasa tak berbalas kepada Keara.

Di menit-menit awal film, konflik sudah terjadi ketika Harris dan Keara di Singapura. Setelah kecewa Ruly tak ikut liburan bersamanya, kekesalan Keara bertambah lantaran masalah kamar hotel, yang memaksanya tidur dengan Harris dalam satu kamar. Keara pun kesal setelah menerima telepon dari Ruly, yang mengatakan dirinya sedang dibantu Denise.

Antologi Rasa merupakan kisah cinta segi tiga orang-orang yang berprofesi sebagai bankir. (Youtube).

Untuk mengobati rasa kesalnya, Keara mengajak Harris ajojing dan mabuk-mabukan di sebuah kelab malam. Di kelab malam itu, Keara sempat mencium bibir Harris. Malam itu mereka habiskan dengan mabuk-mabukan di atas ranjang kamar hotel.

Keara terkejut ketika bangun. Dirinya tak mengenakan sehelai kain pun di tubuhnya. Cekcok antara Keara dan Harris pun pecah. Keara memilih kembali ke Indonesia lebih dahulu, meninggalkan Harris sendirian di Singapura. Sejak itu, Keara meminta Harris tak pernah menghubunginya lagi.

Sesampainya di Indonesia, Keara kembali berjumpa dengan Ruly dalam satu proyek yang mengharuskan mereka bekerja bersama di Bali. Di Pulau Dewata hubungan mereka menjadi lekat. Hal itu berlanjut, hingga mereka kembali ke Jakarta.

Meski begitu, hubungan Keara dan Ruly harus berakhir rumit, karena Ruly masih menyimpan rasa kepada Denise. Hal ini ditunjukkan, ketika Denise mengalami kecelakaan, dan tak sadarkan diri. Ruly dengan setia menunggu Denise, dan membuat Keara cemburu.

Absennya tokoh lain

Film ini diangkat dari novel metropop, yang biasa menghadirkan kisah paling sederhana dan tak mengajak penontonnya repot-repot berpikir. Secara garis besar, Antologi Rasa tak membuat kisahnya memiliki kedalaman.

Carissa Perusset yang menjadi tokoh utama, sebagai seorang pendatang baru di layar lebar, tampil baik di film ini. Meski demikian, di akting perdananya ini, dia tak terlalu menunjukkan range emosi yang meyakinkan. Sedangkan Herjunot Ali, memberikan warna lain di film ini. Dia tampil dengan karakter yang cuek.

Sementara itu, dari sisi dialog, dalam percakapan antara Keara dan Ruly tampak tak membuat yakin bila mereka sudah bersahabat selama lima tahun. Dialog mereka penuh basa-basi, yang seharusnya tak terjadi, bila sudah lama saling mengenal. Tak ada canda atau inside joke yang membuat yakin jika mereka bersahabat lama.

Selain itu, rentang waktu, perkembangan konflik, maupun karakter tokoh juga tak terlihat dengan baik di film ini.

Di dalam novelnya, dijelaskan jika Keara sempat menjalin hubungan dengan Ruly selama dua bulan. Namun, hal ini tak ditampilkan dengan baik di filmnya. Hubungan mereka hanya berlangsung sekejap saja.

Begitu juga dengan perbedaan rentang waktu sejak kejadian tidur bareng antara Keara dan Harris di Singapura, hingga Harris yang berencana akan pindah ke Singapura di akhir film, tak dijelaskan dengan baik. Di akhir film, saya terkejut ketika mengetahui rentang waktu satu tahun yang disebutkan tokoh Keara karena memang tak ada perkembangan konflik yang berarti.

Antologi Rasa diangkat dari novel berjudul sama. (instagram.com/antologirasamovie).

Sedangkan pengembangan tokoh yang ada di penghujung film seolah-olah menjadikan tokoh Keara, Harris, dan Ruly mirip karakter satu dimensi di sepanjang film.

Tak seperti di dalam novelnya, tokoh Denise hanya dijadikan pelengkap saja di film ini, tanpa ada dialog yang berarti. Tokoh Panji juga tak ditampilkan di film ini. Padahal, di dalam novel, tokoh Panji mendapatkan bagian untuk menceritakan sudut pandangnya.

Panji merupakan adik ipar sahabatnya, Dinda, yang menjadi pelarian cinta Keara. Mereka menjalin hubungan yang rumit, karena Keara hendak menghilangkan bayang-bayang Ruly di dalam pikirannya.

Mungkin saja, penghilangan beberapa tokoh dan situasi itu merupakan usaha untuk mengurangi durasi, yang bisa saja lebih panjang dari 108 menit. Atau barangkali Ika Natassa berusaha membuat film yang soundtrack-nya diisi D’Masiv, Geisha, dan Nidji ini bukan sekadar copy paste dari novelnya.

starstarstarstarstar2

Kisah cinta klise. Cocok jadi FTV.