logo alinea.id logo alinea.id

Apa adegan tersulit dalam film 27 Steps of May?

Film 27 Steps of May mengangkat isu sensitif mengenai langkah May (Raihaanun), seorang korban kekerasan seksual yang diperkosa saat remaja.

Fandy Hutari
Fandy Hutari Minggu, 26 Mei 2019 02:00 WIB
Apa adegan tersulit dalam film 27 Steps of May?

Film 27 Steps of May mengangkat isu sensitif mengenai langkah May (Raihaanun), seorang korban kekerasan seksual yang diperkosa saat remaja, untuk bangkit dari trauma yang merundungnya bertahun-tahun.

Produser sekaligus penulis skenario Rayya Makarim mengatakan adegan perkosaan merupakan adegan tersulit baginya dalam film ini.

Meski hanya ditampilkan dalam cuplikan-cuplikan adegan kilas balik di film, ia harus menulisnya secara lengkap dari awal hingga akhir dalam proses penggarapan skenario.

Risetnya berlangsung selama dua tahun, dan ia mengulik testimoni-testimoni para korban kekerasan seksual hingga membaca teori-teori psikologi yang berkaitan.

"Menulis adegan perkosaan itu susah banget karena harus ditulis dari A sampai Z walau munculnya sedikit-sedikit flashback," kata Rayya, usai pemutaran 27 Steps of May bersama Amnesty International Indonesia di Jakarta, Sabtu (25/5).

Adegan tersebut beserta reka ulang saat May (Raihaanun) menunjukkannya kepada pesulap (Ario Bayu), juga harus diambil secara utuh saat syuting. Prosesnya tak cuma menguras tenaga, tetapi juga mental.

"Kami sempat menunda-nunda dua adegan ini," ujar dia.

Menurut sutradara Ravi Bharwani, Raihaanun menjalani sendiri rentetan adegan tersebut untuk merasakan betul hati May yang setelah kejadian tersebut menjalani hidupnya tanpa koneksi, emosi, dan kata-kata.

27 Steps of May menggarisbawahi hubungan antara perempuan korban kekerasan seksual dan ayahnya, dan dalam film ini karakter Bapak (Lukman Sardi) juga harus menjadi ibu bagi May. Bapak selalu memasak, menyiapkan makanan, sampai membantu May menjahit.

Di sisi lain, ia mengeluarkan rasa bersalah karena merasa gagal melindungi May lewat cara maskulin: bertinju. Rayya mengatakan film ini lebih menyoroti hubungan anak dan ayah karena mereka ingin menonjolkan sisi visual ketimbang verbal.

"Hubungan ibu dan dan anak perempuan itu lebih verbal. Kami ingin menunjukkan yang visual, pakai rasa, tidak dibicarakan. Buat laki-laki (yang anaknya korban kekerasan seksual), pasti susah mengungkapkannya," ujarnya.

27 Steps of May pertama kali diputar di Busan International Film Festival pada Oktober tahun lalu. Kemudian diputar di Cape Town International Film Market & Festival, Goteborg Film Festival, dan Bengaluru International Film Festival.

Film panjang ketiga Ravi itu meraih penghargaan Golden Hanoman Award untuk kategori film panjang Asia terbaik di Jogja-NETPAC Asian Film Festival.

27 Steps of May mengangkat pengalaman seorang perempuan untuk keluar dari trauma peristiwa pemerkosaan, juga mengisahkan perjuangan seorang ayah selama delapan tahun mendampingi anak perempuannya menemukan kembali hidupnya. Film berdurasi 112 menit itu dibintangi oleh Raihaanun, Lukman Sardi, Ario Bayu, dan Verdi Solaiman. (Ant).

Fenomena cocoklogi versus ilmu pengetahuan

Fenomena cocoklogi versus ilmu pengetahuan

Senin, 24 Jun 2019 22:15 WIB
Siasat turunkan harga tiket pesawat domestik

Siasat turunkan harga tiket pesawat domestik

Jumat, 21 Jun 2019 20:21 WIB