close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto: Magnific.
icon caption
Ilustrasi. Foto: Magnific.
Sosial dan Gaya Hidup
Jumat, 21 Agustus 2026 07:00

Cerita di balik pembuatan font legendaris Times New Roman dan Helvetica

Dua font ikonik dunia ini menyimpan kisah penciptaan yang unik. Pelajari alasan di balik perancangan Times New Roman untuk surat kabar cetak serta hadirnya Helvetica sebagai simbol modernisme.
swipe

Pernahkah terlintas di pikiranmu cerita rahasia apa yang tersembunyi di balik font tiap kali kamu memilih gaya huruf untuk mengetik tugas atau laporan? Tanpa kita sadari, gaya tulisan atau font membentuk cara kita menyerap informasi dan merespons tulisan setiap hari. Dua nama besar seperti Times New Roman dan Helvetica telah mendominasi dunia cetak maupun digital selama puluhan tahun.

Namun, banyak orang tidak mengetahui kisah sejarah unik serta persaingan desain di balik terciptanya kedua tipografi legendaris ini. Oleh karena itu, membedah asal-usul keduanya akan memberikan sudut pandang baru dalam menikmati karya desain grafis di sekitar kita. Berikut kilas balik font legendaris Times New Roman dan Helvetica, dilansir dari “Just My Type: A Book About Fonts” karya Simon Garfield (20/8).

Kisah Times New Roman: Lahir dari kritik terhadap surat kabar Inggris. 

Sejarah Times New Roman bermula pada tahun 1931 ketika seorang desainer bernama Stanley Morison mengkritik kualitas cetak surat kabar The Times di London. Morison menilai bahwa koran tersebut menggunakan font yang sulit dibaca dan tidak efisien dalam memanfaatkan ruang kertas. 

Selanjutnya, ia bersama Victor Lardent merancang tipografi baru yang memiliki garis tegas serta keterbacaan tinggi meski dicetak dalam ukuran kecil. Hasilnya, Times New Roman sukses menetapkan standar baru bagi industri penerbitan dunia dan menjadi font resmi di berbagai perangkat lunak.

Kehadiran Helvetica: Simbol modernisme dan netralitas desain Swiss

Berbeda dengan Times New Roman yang terikat pada tradisi cetak klasik, Helvetica lahir dari semangat modernisme di Swiss pada tahun 1957. Max Miedinger dan Eduard Hoffman menciptakan font ini dengan tujuan menghadirkan bentuk huruf yang sepenuhnya netral dan bebas dari bias emosional.

Sementara itu, bentuk dasarnya yang bersih dan tegas membuat Helvetica sangat mudah diaplikasikan pada papan petunjuk hingga logo perusahaan. Font ini menjadi simbol kejelasan visual yang menguasai abad ke-20

Perseteruan konsep: Klasik vs modern

Persaingan antara Times New Roman dan Helvetica mencerminkan dua filosofi yang sangat bertolak belakang. Di satu sisi, Times New Roman mewakili keanggunan gaya klasik yang mengutamakan kenyamanan membaca teks panjang di media cetak. 

Di sisi lain, Helvetica mengusung prinsip kejelasan fungsi yang sangat cocok untuk tampilan layar dan branding modern. Dengan demikian, kedua font ini terus melengkapi kebutuhan komunikasi visual hingga era digital saat ini. 

Meskipun ribuan font baru terus muncul setiap generasi dan era, posisi kedua font ini tetap menjadi legendaris. Pada akhirnya, memahami cerita di balik pembuatan huruf-huruf ini membuat kita semakin menghargai detail kecil yang membentuk cara kita berkomunikasi setiap hari.

img
Shabrina Dwi Arsa
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Berita Terkait

Bagikan :
×
cari
bagikan