sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bangun kepercayaan publik, kunci pemulihan sektor pariwisata

Gerakan pemerintah mengenai penanganan Covid-19 sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan. 

Zahra Azria
Zahra Azria Rabu, 04 Nov 2020 12:59 WIB
Bangun kepercayaan publik, kunci pemulihan sektor pariwisata
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 557.877
Dirawat 77.969
Meninggal 17.355
Sembuh 462.553

Dunia pariwisata menjadi salah satu sektor yang  paling terdampak karena adanya Covid-19. Untuk itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengoptimalkan potensi pariwisata domestik di tengah kontraksi ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Salah satu travel infulencer Valerie Krasnadewi mengutarakan, rasa sedihnya karena semua rencana untuk traveling tertunda akibat Covid-19. Valerie biasa traveling bersama saudara kembarnya menyusuri berbagai destinasi di Indonesia. Seiring berjalanya waktu, baru-baru ini Valerie kembali melakukan perjalanan ke Bali. 

“Bali sudah aman, beberapa masyarakat sudah mulai berwisata domestik namun tetap jaga jarak dan mencari spot yang sepi. Saran aku pilih hotelnya atau vila yang tidak terlalu ramai, pilih hotel yang sudah menerapkan cleanliness, health, safety, environment (CHSE)," kata Valerie, dalam webinar “Strategi Pemulihan Bounce Back Quality Pariwisata di Masa Pandemi” pada Rabu (4/11).

Sementara Direktur Kajian Strategis Badan Ekonomi Kreatif Wawan Rusiawan mengatakan, strategi pemulihan pariwisata dalam menghadapi Covid-19, dilakukan dengan cara menumbuhkan rasa percaya diri dan membangun kepercayaan publik.

Kemenparekraf telah menyusun protokol CHSE. Gerakan pemerintah mengenai penanganan Covid-19 sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan. 

“Jika berperilaku sesuai protokol kesehatan, insya Allah aman dan ga tertular,” ucap Wawan.

Sedangkan Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf Agustini Rahayu mengatakan, peran Kemenparekraf dalam mengatasi dampak pandemi terhadap pelaku usaha pariwisata.

Dalam jangka pendek Kemenparekraf melakukan beberapa program seperti program Bahan pokok dan Lauk siap Saji (BaLaSa), Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA), Online Training dan Webinar, dan Bantuan Modal Bisnis.

Sponsored

Tujuan dari program tersebut, yaitu membantu pelaku pariwisata yang terdampak Covid-19 untuk upgrade skill dan mempersiapkan diri saat pariwisata sudah kembali normal beroperasi. Sehingga perlahan sektor pariwisata mulai bangkit dengan memerhatikan aturan protokol kesehatan yang berlaku.

Berita Lainnya