sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bunda jangan panik saat bayi baru lahir, berhenti bernapas

Judul di atas merupakan salah satu fakta menarik tentang bayi yang baru lahir. Bunda tidak perlu panik saat menghadapinya

Alia Kirana
Alia Kirana Jumat, 20 Okt 2017 14:35 WIB
Bunda jangan panik saat bayi baru lahir, berhenti bernapas
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 118753
Dirawat 37530
Meninggal 5521
Sembuh 75645

Saat bayi lahir, bunda tentu akan berhadapan dengan banyak hal baru. Bunda harus menyusui, mengganti popok, memandikan bayi, dan masih banyak lagi. Semua hal itu otomatis akan mengubah rutinitas dan kebiasaan bunda selama ini.

Nah, ada beberapa fakta menarik tentang bayi yang baru lahir dan jangan sampai luput dari perhatian. Bunda wajib tahu, guna memperluas pemahaman terkait pola asuh anak. Berikut ulasannya menurut WebMD

1. Terkadang, bayi berhenti bernapas

Saat tidur, bayi kemungkinan diam sejenak tanpa bernapas selama 5-10 detik. Tidak perlu panik bila mendapati kondisi tersebut. Bayi berhenti bernapas sejenak adalah hal wajar.

Namun jika bayi berhenti bernapas dalam waktu yang lebih lama dan tubuh bayi membiru. Ini merupakan keadaan darurat.

2. Pada awalnya, bayi menangis tanpa air mata

Bayi mulai menangis saat usia 2-3 minggu, tetapi air mata tidak muncul. Sampai berusia sekitar usia 2-3 minggu, barulah bayi mulai menangis.

Tetapi air mata tidak muncul sampai mereka berusia sekitar satu bulan. Sore sampai malam hari adalah waktu saat bayi sering rewel.

Sponsored

Hal ini kerap terjadi tanpa alasan dan tidak ada yang bisa bunda lakukan untuk membantunya. Bayi akan semakin rewel ketika berusia 6-8 minggu.

Setelah tiga bulan, “badai” tangisan pada bayi yang bukan lahir prematur akan berlalu.

3. Bayi yang baru lahir memiliki payudara

Bayi laki-laki dan perempuan terlihat seperti memiliki payudara kecil saat lahir. Bahkan, susu menetes dari payudara mereka.

Saat mendapati kondisi tersebut, bunda jangan meremasnya. Payudara yang tampak berisi itu terbentuk karena bayi menyerap estrogen dari ibu. Biasanya akan hilang dalam beberapa minggu.

4. Kepala bayi kerap menoleh kanan

Hanya 15% bayi yang baru lahir lebih memilih untuk menolehkan kepala mereka ke kanan saat berbaring telentang. Tampaknya hal ini berhubungan dengan gen, seperti memiliki lesung pipit. Hal ini berlangsung selama beberapa bulan. 

5. Kotoran pertama bayi tidak berbau busuk

Kotoran pertama mereka terdiri dari lendir, cairan dari rahim. Hal lain yang dicerna saat berada di dalam rahim ibu. Belum ada bakteri di usus yang membuat kotoran pertama mereka berbau busuk. 

Bakteri akan mulai menjajah usus bayi, saat ibu mulai menyusui bayi. Setelah satu atau dua hari barulah feses mereka menjadi hijau, kuning, atau cokelat disertai bau yang tidak asing.

6. Bayi laki-laki mengalami ereksi.

Mungkin ini adalah salah satu fakta yang paling mengejutkan. Namun, bayi laki-laki memang mengalami ereksi dan hal ini sering terjadi sebelum mereka buang air kecil.

Para ahli tidak tahu persis apa alasannya, tetapi bunda tidak perlu khawatir atau malu. Penis yang tampak besar saat lahir juga merupakan hal normal. Hormon dari ibu turut berperan dalam hal ini.

7. Amandel bayi memiliki kuncup rasa

Meski punya jumlah sensor rasa yang sama dengan anak-anak dan orang dewasa, bayi tetap memiliki area pengecap yang lebih banyak. Area tersebut termasuk amandel dan bagian belakang tenggorokan. 

Bayi yang baru lahir dapat merasakan rasa manis, pahit, dan asam. Untuk rasa asin, bayi baru bisa merasakannya sekitar usia lima bulan. Menariknya, ketika mulai mengkonsumsi makanan padat, bayi cenderung menyukai hal yang sama seperti yang ibu makan saat hamil dan menyusui. 

Berita Lainnya