sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bekas pecandu narkoba tuntaskan misi "gowes" Bandung-Bali

Ozan bersepeda dari Bandung menuju Bali untuk mengampanyekan "Anti Penyalahgunaan Narkoba, Stigma, dan Diskriminasi'.

Syamsul Anwar Kh
Syamsul Anwar Kh Kamis, 09 Nov 2017 16:36 WIB
Bekas pecandu narkoba tuntaskan misi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Banyak cara ditempuh para mantan pecandu narkotika untuk sembuh total dengan melakukan kegiatan positif, salah satunya olahraga. Hal itu pula yang dilakukan Jundullah M Fauzan (30).

Ozan, sapaan akrabnya, sukses menyelesaikan misinya bersepeda dari Bandung ke Bali untuk mengkampanyekan 'Anti Penyalahgunaan Narkoba, Stigma, dan Diskriminasi'. Ozan mengayuh sepedanya dari Bandung menuju Bali sejak 28 Oktober sampai 8 November 2017.

"Saya ingin masyarakat Indonesia ini bisa merangkul temen-temen yang terlanjur menggunakan narkoba. Karena kita tidak tahu dalam perjalanannya, dia ada niat untuk berhenti. Sehingga kalau dirangkul oleh masyarakat itu makin lebih baik," kata ozan di Bandung, seperti dilansir Antara, Kamis (9/11).

Secara total, Ozan menempuh perjalanan 1.076 kilometer dengan titik akhirnya di kantor BNN Provinsi di Bali dengan waktu 50 jam 29 menit. Dia mengaku menyelesaikan misinya nyaris tanpa hambatan, meski sempat terkendala saat dirinya terlalu menguras tenaga dengan mengayuh sepeda.

Dalam aksi Gowes Bandung-Bali ini, Ozan membawa tiga misi, antara lain mengajak para pecandu untuk keluar dari ketergantungan pada narkoba, memberitahukan pada masyarakat agar jangan pernah mencoba mengonsumsi narkoba, dan mengajak masyarakat untuk merangkul orang yang terlanjur menggunakan narkoba.

"Alhamdulilah respons di sana (masyarakat) cukup baik, ternyata pecandu bisa sembuh seperti ini. Ketika ada keinginan untuk pulih bisa," kata dia. Respons positif dari masyarakat ini ditandai dengan apresiasi dari 20-an komunitas di Bandung yang turut hadir menyambut kedatangan Ozan di Saung Kawani.

Ayah Ozan, Tono Kartono berharap, aksi Ozan bisa membawa manfaat bagi komunitas, masyarakat, dan juga para pecandu yang bertekad melakukan perubahan.

Sony Teguh Prasetyo, selaku pendukung misi Ozan bersepeda dari Bandung ke Bali turut menyampaikan apresiasi kepada Ozan yang dianggap telah menebarkan virus positif kepada dirinya dan masyarakat luas.

Sponsored

"Karena ada sosok Fauzan dan ada sosok Fauzan-fauzan yang lain, di Bandung ini, setidaknya mereka meringankan beban negeri, beban bangsa, beban orang tua, beban lingkungan. Itu sedikit banyak mengobati," kata dia.

Pulihkan kecanduan Narkoba dengan bertinju

Selain bersepeda, olahraga lain yang dipilih untuk memulihkan kecanduan terhadap narkotika adalah bertinju. 

Adalah Rumah Cemara, sebuah pusat rehabilitasi untuk mantan pecandu narkoba di kota Bandung, Jawa Barat yang menggunakan olahraga Tinju sebagai sarana para bekas pencandu narkotika mengaktualisasikan diri.

Tahun 2013 silam, Rumah Cemara membuka sasana tinju di tempat ini. Mereka sampai merekrut mantan petinju nasional untuk menjadi sukarelawan di klub sebagai pelatih. Pelatihan dilakukan lima malam dalam sepekan. Khusus hari Selasa dan Kamis, sasana tinju diperuntukkan bagi atlet profesional.

"Tinju merupakan kegiatan yang menghasilkan endorphin, serotonin dan dopamin dalam tubuh manusia, menyediakan pengganti yang positif dan sehat atas efek obat bius pada mantan pengguna narkoba. Ini akan membantu mereka menjauhi narkoba," kata pendiri Rumah Cemara, Ginan Kusmayadi seperti dilansir laman DW.com.

Ozan, mantan pecandu narkoba yang sukses menuntaskan misi gowes Bandung-Bali adalah salah satu dari petinju profesial di sasana Tinju Rumah Cemara.

Berita Lainnya