sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Berolahraga saat puasa? Begini biar terhindar dari dehidrasi

Tan mengatakan banyak masyarakat salah kaprah dalam memilih waktu yang tepat untuk berolahraga di saat puasa.

Nadia Lutfiana Mawarni
Nadia Lutfiana Mawarni Kamis, 31 Mar 2022 17:16 WIB
Berolahraga saat puasa? Begini biar terhindar dari dehidrasi

Tak terasa bulan Ramadan hanya tinggal menghitung hari. Di tengah aktivitas puasa, setiap kegiatan harian menuntut penyesuaian, termasuk berolahraga. Jika olahraga selama puasa dihindari karena takut dehidrasi atau kehausan maka kamu bisa mencoba cara ini agar olahraga tetap aman.

“Lakukan olahraga ringan seperti biasa, jangan sampai saat berpuasa ingin berolahraga tetapi di hari-hari biasa tidak berolahraga,” ujar Ahli Gizi Komunitas, Tan Shot Yen dalam Instagram Live bersama Alinea.id, Rabu (31/3) sore.

Tan mengatakan banyak masyarakat salah kaprah dalam memilih waktu yang tepat untuk berolahraga di saat puasa. Kebanyakan dari mereka memilih waktu di pagi hari padahal ini seharusnya dihindari. Pasalnya, jarak antara waktu olahraga dan berbuka yang terlalu lama bisa membuat tubuh kesulitan menyesuaikan dengan waktu setelah olahraga.

Dengan demikian, Tan menyarankan waktu terbaik untuk berolahraga di saat puasa adalah sore hari atau jelang berbuka puasa. “Anda bisa berolahraga dengan berjalan santai keliling kompleks, tidak perlu olahraga yang berat,” sambung ahli gizi yang juga dokter tersebut. Jenis-jenis olahraga ringan yang bisa dipraktekkan adalah berjalan kaki, bersepeda, dan naik-turun tangga.

Sponsored

Melansir sejumlah sumber, bukan hanya olah raga tips sehat lain selama puasa adalah mengatur pola makan. Tan menambahkan sebenarnya makan di saat puasa tidak berbeda dengan makan di hari-hari biasa. Hanya saja, jam makan yang sedikit diubah, yakni di waktu sahur dan buka puasa. Dengan demikian, anggaplah makan sahur adalah sarapan yang kepagian sementara buka puasa adalah makan siang yang kemalaman.

Pola pikir ini membantu kita untuk mengatur porsi dan jenis makanan. Tan mengatakan makan nasi dan sayur tetap diperlukan. Namun, tidak baik ketika terlalu banyak makan atau minum manis hanya karena mengikuti semboyan “berbukalah dengan yang manis.” Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari adalah gorengan, makanan yang terlalu banyak mengandung gula, dan terlalu banyak karbohidrat tanpa pemenuhan gizi lainnya.

Berita Lainnya