close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memastikan tidak akan menerapkan pemisahan antara pendaki pria dan wanita di Gunung Rinjani. / Facebook Wisata Lombok
icon caption
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memastikan tidak akan menerapkan pemisahan antara pendaki pria dan wanita di Gunung Rinjani. / Facebook Wisata Lombok
Sosial dan Gaya Hidup
Kamis, 20 Juni 2019 06:25

Pendaki Gunung Rinjani tak dipisah pria dan wanita

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memastikan tidak akan menerapkan pemisahan antara pendaki pria dan wanita di Gunung Rinjani.
swipe

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memastikan tidak akan menerapkan pemisahan antara pendaki pria dan wanita di Gunung Rinjani.

Kepala BTNGR Sudiyono menegaskan wacana pemisahan tenda perempuan dan laki-laki di kawasan Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak akan dilaksanakan karena bukan prioritas lembaganya.

"Berkaitan dengan adanya gagasan pemisahan antara tenda laki-laki dan perempuan di kawasan TNGR yang kemungkinan akan menjadikan pro dan kontra di masyarakat, maka kami sampaikan program tersebut tidak akan dilaksanakan karena bukan menjadi prioritas," kata Sudiyono, melalui keterangan resmi pada Rabu (19/6) malam.

Hal itu ditegaskan Sudiyono berkaitan dengan beredarnya berita pernyataan bahwa Taman Nasional Gunung Rinjani seolah-olah akan segera menerapkan pemisahan antara tempat tenda camping laki-laki dan perempuan.

BTNGR juga sangat sangat mendukung adanya program wisata halal yang dikembangkan oleh Gubernur NTB.

Untuk itu, Sudiyono meminta dengan hormat kepada semua pihak untuk segera mengakhiri pembicaraan/perdebatan tema pemisahan antara tenda laki-laki dan perempuan di kawasan TNGR.

"Sebab, bila diteruskan justru akan merugikan dunia pariwisata di Indonesia," ucap Sudiyono.

Saat ini, kata dia, pihaknya sedang fokus pada perbaikan manajemen pendakian khususnya pada e-tiketing, pengelolaan sampah dan perbaikan sarana prasarana jalur pendakian yang rusak akibat gempa bumi pada 2018 lalu.

BTNGR sudah membuka jalur pendakian Gunung Rinjani secara terbatas mulai 14 Juni 2019 setelah mendapatkan rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Empat jalur pendakian yang akan dibuka, yakni Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, dan Senaru di Kabupaten Lombok Utara. Kuota pendaki untuk dua jalur pendakian tersebut masing-masing 150 orang per hari.

Sementara kuota jalur pendakian Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah, dan jalur pendakian Timbanuh di Kabupaten Lombok Timur, masing-masing 100 orang per hari.

"Dengan pertimbangan keamanan dan kenyamanan, pendakian dibatasi hanya sampai di Plawangan dan tidak diperkenankan menuju puncak dan Danau Segara Anak," ujar Sudiyono. (Ant).

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

PEMBUKAAN JALUR PENDAKIAN GUNUNG RINJANI Balai Taman Nasional Gunung Rinjani akan membuka secara resmi 4 jalur pendakian. Pembukaan jalur pendakian akan dilaksanakan pada Hari Jumat 14 Juni 2019 yang berpusat di Kantor Camat Sembalun Lombok Timur dengan berdialog via internet dengan Bapak Dirjen KSDAE. Tiket dapat dibooking via aplikasi eRinjani yang dapat diunduh di playstore atau melalui website www.erinjani.id Untuk mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan, pendakian hanya dibatasi sampai di Pelawangan (tidak diperkenankan menuju puncak dan Segara anak). Pastikan baca aturan pendakian/SOP pendakian di aplikasi eRinjani atau di website www.tngr.menlhk.go.id Disarankan tetap waspada dan berhati-hati terhadap situasi di lapangan seperti bencana alam, gempa bumi, dan longsoran yang tidak bisa diprediksi. #kemenlhk #ksdae #tamannasionalgunungrinjani #rinjani #pendakian

A post shared by BTN Gunung Rinjani (@gunungrinjani_nationalpark) on

img
Sukirno
Reporter
img
Sukirno
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan