logo alinea.id logo alinea.id

Cahthy Sharon siapkan 2 saksi ungkap isu prostitusi online Rp60 juta

Cathy Sharon akan menghadirkan dua saksi pelapor untuk membantu Kepolisian mengungkap pihak yang menyebarkan isu prostitusi online.

Sukirno
Sukirno Kamis, 10 Jan 2019 22:23 WIB
Cahthy Sharon siapkan 2 saksi ungkap isu prostitusi online Rp60 juta

Cathy Sharon akan menghadirkan dua saksi pelapor, Icha dan Sulung, untuk membantu Kepolisian mengungkap pihak yang menyebarkan isu artis tersebut terlibat jaringan prostitusi online dengan tarif Rp60 juta.

Kuasa hukum Cathy Sharon, Sandy Arifin menjelaskan di Mapolda Metro Jaya, Kamis, Icha merupakan rekan artis tersebut, sementara Sulung adalah manajernya.

Cathy, menurut Sandy, tinggal menunggu panggilan dari penyidik Polda Metro Jaya untuk menghadirkan dua saksi tersebut agar dapat dimintai keterangan.

Cathy Sharon melaporkan pembuat konten bohong pada sebuah laman blog serta penyebar isu yang menyebutkan dirinya terkait dengan jaringan prostitusi online ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Laporan itu diterima Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dengan nomor LP/180/I/2019/PMJ.

Pembuat dan penyebar isu yang saat ini masih dalam penyelidikan petugas dilaporkan pihak Cathy melanggar Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) dan Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Penyebar isu yang diduga turut memuat konten pornografi dengan memodifikasi foto Cathy juga dilaporkan melanggar Pasal 4 jo Pasal 29 UU Nomor 44/2008 tentang Pornografi.

Cathy mengaku mengetahui adanya isu itu dari tautan yang diberikan temannya, Icha dari aplikasi pengirim pesan Whatsapp pada 8 Januari.

Sponsored

Saat dibuka, tautan itu ternyata memuat foto dirinya yang telah dimodifikasi mengenakan pakaian terbuka dan tertulis pernyataan yang menyiratkan dirinya terlibat jaringan prostitusi online dengan tarif Rp60 juta.

Tidak hanya melaporkan pelaku ke polisi, Cathy juga mengklarifikasi ke masyarakat bahwa laman tersebut memuat informasi bohong (hoaks) mengenai dirinya. (Ant)