sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Candi Borobudur uji coba pembukaan wisata secara terbatas

Uji coba pembukaan wisata secara terbatas ini juga dibarengi dengan uji coba destinasi yang aksesnya menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Natasya
Natasya Selasa, 14 Sep 2021 20:39 WIB
Candi Borobudur uji coba pembukaan wisata secara terbatas

Salah satu Candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur ditunjuk langsung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebagai tempat uji coba pembukaan wisata secara terbatas. 
Dilansir dari situs resmi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Candi Borobudur menjadi salah satu dari dua puluh wisata di Pulau Jawa yang melakukan uji coba. 

General Manager Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Jamaludin Mawardi mengungkapkan, pihaknya telah mendapatkan kabar resmi terkait penunjukkan tersebut, pada Rabu (8/9). Uji coba pembukaan wisata secara terbatas ini juga dibarengi dengan uji coba destinasi yang aksesnya menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

“Kami ada undangan Zoom Meeting untuk membahas penunjukkan itu dari Kemenparekraf. Hadir Kementerian Kesehatan dan perwakilan dari destinasi yang ditunjuk,” kata Jamaludin Mawardi.

Salah satu alasan dipilihnya Candi Borobudur dalam uji coba pembukaan wisata terbatas ini karena wilayah Jawa dan Bali adalah destinasi acuan bagi daerah lain yang ada di Indonesia. 

“Maka untuk uji coba ini perlu dipersiapkan betul. Supaya berhasil dan sesuai yang diharapkan pemerintah,” ucap Jamaludin. 

Jamaludin mengatakan sampai saat ini, pihaknya masih belum mendapatkan jadwal pasti terkait waktu dilaksanakannya uji coba pembukaan wisata terbatas ini. Hal ini dikarenakan pihaknya masih menunggu akun aplikasi PeduliLindungi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk scan barcode di aplikasi PeduliLindungi bagi para pengunjung.

“Proses di Kemenkes itu, katanya dapat akun sekitar lima sampai tujuh hari setelah rapat kemarin,” ujarnya. 

Walaupun sedang menunggu kepastian,ia dan pihaknya telah menyiapkan beberapa hal terkait uji coba pembukaan destinasi wisata secara terbatas ini, seperti protokol kesehatan (prokes) di tempat wisata dan juga penerapan aplikasi PeduliLindungi.

Sponsored

 “Kira-kira kalau pembatasan pengunjung mengacu pada Satgas Covid provinsi sekitar 25%” ucapnya Jamaludin.
“Masa uji coba menjadi perhatian khusus bagi kami,” tambahnya. 

Berita Lainnya