sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Cara ampuh hindari cabin fever selama masa PSBB

Lamanya masa isolasi diri dengan tidak pergi meninggalkan rumah selama berminggu-minggu membuat banyak orang dilanda sedih dan gelisah.

Hermansah
Hermansah Sabtu, 25 Apr 2020 10:14 WIB
Cara ampuh hindari cabin fever selama masa PSBB
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25773
Dirawat 17185
Meninggal 1573
Sembuh 7015

Untuk menekan semakin menyebarnya pandemi virus corona baru (Covid-19), pemerintah memberlakukan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia.

PSBB melarang orang-orang berkegiatan di luar rumah kecuali keadaan darurat. Di Jakarta, PSBB sudah memasuki periode kedua yakni dari 24 April sampai nanti pada 22 Mei 2020.

Lamanya masa isolasi diri dengan tidak pergi meninggalkan rumah selama berminggu-minggu membuat banyak orang dilanda sedih, gelisah sampai merasa tertekan.

Bahkan kini ada yang menyebut diri mereka terkena cabin fever.

Apa itu cabin fever?

Meski sudah mulai populer untuk mendefinisikan kondisi tidak nyaman yang berkaitan dengan keadaan berdiam diri di rumah untuk jangka waktu yang lama, cabin fever sebenarnya tidak ada di pedoman diagnostik gangguan jiwa.

"Artinya kalau kita membahas cabin fever, kita tidak bisa memasukkannya sebagai suatu gangguan kejiwaan," kata Gina Anindyajati dari Departemen Psikiatri FKUI-RSCM, Sabtu.

Selama jangka waktu PSBB, seseorang dibatasi untuk beraktivitas di luar rumah karena suatu kondisi bahaya kesehatan yang mengancam kesehatan.

Sponsored

"Saat seperti sekarang, ketika ke luar rumah dibatasi karena ancaman kesehatan, mungkin membuat kita merasa tidak nyaman dan tidak betah berlama-lama berada di rumah. Pada kondisi seperti ini, istilah cabin fever bisa juga digunakan pada orang yang tidak nyaman berada di rumah," kata dr Gina.

Gejala

Orang yang mengalami cabin fever bisa merasa kebosanan, irritable (mudah marah dan tersinggung), kadang rasa putus asa, dan berbagai emosi lain yang tidak mengenakkan.

"Secara perilaku, orang dengan cabin fever bisa mengeluh sulit untuk fokus terhadap hal yang dikerjakan, restless (tidak bisa diam, mondar mandir, fidgeting)," katanya.

Gejala bisa beda-beda tiap orang dan hanya dokter profesional yang bisa melakukan diagnosa akurat atas keadaan mental seseorang.

Bagaimana bisa kena cabin fever?

Gina menjelaskan, asal muasal cabin fever sebenarnya bisa berasal dari kurang aktifnya seseorang ketika harus menjalani isolasi di rumah sehingga akhirnya merasa bosan.

"Seseorang akan rentan mengalami cabin fever ketika mereka tidak melakukan apa pun di rumah," kata Gina.

Mungkin awalnya seseorang menganggap bekerja di rumah (working from home/WFH) semasa pandemi coronavirus layaknya liburan.

"Sehingga bawaannya leyeh-leyeh, santai-santai. Sayangnya kalau ini dilakukan dalam jangka waktu lama, kita akan mudah bosan dan terjebak dalam cabin fever," kata dr Gina.

Cara mengatasi

Sebenarnya, pergi ke luar rumah dan berobat ke terapis adalah cara paling ampuh untuk mencegah cabin fever. Tetapi, mengingat PSBB masih diberlakukan, bepergian ke luar rumah bukanlah opsi yang bijak. Jika bepergian ke luar rumah bukanlah pilihan yang bisa diambil, berikut beberapa tips mencegah seseorang mengalami cabin fever.

1. Lakukan rutinitas biasa

Bekerja dari rumah bukan alasan untuk bermalas-malasan. Buatlah rutinitas yang bisa menjaga jadwal sehari-hari. Misalnya, tetaplah bangun atau mandi di pagi hari, supaya tubuh dan pikiran tetap terjaga.

Buatlah jadwal rutinitas meski sedang berada di rumah. Jika kita harus bekerja atau belajar dari rumah maka buatlah jadwal bekerja atau belajar harian.

Tentukan kapan waktu bekerja, waktu beres-beres rumah sampai waktu tidur.

Patuhilah jadwal tersebut dan anggap sedang menjalani hari biasa.

2. Buat rutinitas baru

Jika load pekerjaan atau tugas-tugas tidak sepadat biasanya maka kita bisa membuat rutinitas baru yang menyenangkan.

3. Ubah penataan perabotan secara berkala

Penataan ulang perabotan rumah bisa menjadi solusi dari kebosanan. Buat pojok kerja atau pojok belajar yang menarik.

Atur ulang penataan perabotan agar tidak monoton, ganti seprei dan sarung bantal.

4. Tetap aktif

Tetaplah aktif secara fisik dan mental. Usahakan untuk melakukan olahraga di dalam rumah. Aktif bergerak bisa dilakukan dengan cara membereskan rumah atau membersihkan kamar mandi, mencuci pakaian dan lain-lain.

"Melakukan pekerjaan rumah tangga juga perlu strategi, maka gunakan otak kita untuk merancang cara yang paling efisien dalam membersihkan rumah," kata Gina.

5. Tetap terhubung

Berada di rumah sendirian bukan berarti kita kesepian. Lakukan kontak yang reguler dengan orang-orang terdekat kita, saling bertukar kabar dan cerita lewat platform digital.

"Mari ringankan beban satu sama lain dengan mendengarkan dan berbagi cerita," kata Gina. (Ant)
 

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 16:49 WIB
Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Kamis, 28 Mei 2020 17:45 WIB
Berita Lainnya